Gubernur Sulsel Dorong Dana CSR Ikut Kembangkan Olahraga
Rabu, 22 Juni 2022 - 00:05 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat membuka Pekan Olahraga Pelajaran Daerah (Popda). Foto: Sindonews/Chaerudin
LUWU - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mendorong perusahaan di Sulsel melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimilikinya ikut mendorong pengembangan olahraga.
Dana CSR menurut Gubernur Sulsel, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan olahraga bukan hanya sebagai sponsorship pelaksanaan kegiatan, juga dalam bentuk bonus prestasi bagi atlet.
Baca Juga: Ekonom Sulsel Apresiasi Sistem Padat Karya Usulan Kajati Sulsel
"Kebetulan di sini ada Ketua Forum CSR Latunrung. Saya minta CSR di Sulsel sasar olahraga. Bukan hanya sebagai sponsor, dana CSR ini juga bisa untuk bonus atlet," lanjut Andi Sudirman Sulaiman, saat membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di kawasan GOR Sudiang, Selasa, (21/6/2022).
Gubernur Sulsel, menyampaikan, atlet berprestasi harus mendapat perhatian termasuk dalam pemberian bonus yang selayaknya.
Mengingat atlet telah banyak berkorban, termasuk waktu untuk pendidikan. "Banyak atlet berprestasi dalam olahraga, tetapi tidak berprestasi dalam hal pendidikan. Itu karena waktu mereka banyak terbuang untuk latihan dan itu patut kita hargai, berikan bonus besar untuk atlet kita," katanya.
Dana CSR menurut Gubernur Sulsel, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan olahraga bukan hanya sebagai sponsorship pelaksanaan kegiatan, juga dalam bentuk bonus prestasi bagi atlet.
Baca Juga: Ekonom Sulsel Apresiasi Sistem Padat Karya Usulan Kajati Sulsel
"Kebetulan di sini ada Ketua Forum CSR Latunrung. Saya minta CSR di Sulsel sasar olahraga. Bukan hanya sebagai sponsor, dana CSR ini juga bisa untuk bonus atlet," lanjut Andi Sudirman Sulaiman, saat membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di kawasan GOR Sudiang, Selasa, (21/6/2022).
Gubernur Sulsel, menyampaikan, atlet berprestasi harus mendapat perhatian termasuk dalam pemberian bonus yang selayaknya.
Mengingat atlet telah banyak berkorban, termasuk waktu untuk pendidikan. "Banyak atlet berprestasi dalam olahraga, tetapi tidak berprestasi dalam hal pendidikan. Itu karena waktu mereka banyak terbuang untuk latihan dan itu patut kita hargai, berikan bonus besar untuk atlet kita," katanya.
Lihat Juga :