Legislator Demokrat Rezki, Ingatkan Warga Pentingnya Pengelolaan Sampah
Minggu, 19 Juni 2022 - 18:32 WIB
Rezki berfoto bersama pemateri dan peserta sosialisasi perda di Karebosi Premier Hotel, Minggu (19/6/2022). Foto: SINDOnews/Syamsi Nur Fadhila
MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar , Rezki, mengingatkan warga akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang minim kesadaran dalam mengelola sampah.
Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah di Karebosi Premier Hotel, Minggu (19/6/2022).
Baca juga:Legislator Makassar Rezki Ajak Masyarakat Ciptakan Ruang Terbuka Hijau
Menurut Rezki, masih banyak masyarakat yang berpendapat bahwa setiap sampah yang dihasilkan bukan lagi urusan pribadi, tapi menjadi urusan tukang sampah yang telah dibayar. Padahal, persoalan sampah adalah persoalan yang harus diselesaikan bersama.
"Kita tidak boleh egois. Banyaknya sampah di sekitar kita tentu membuat kita tidak nyaman, selain menimbulkan bau yang tidak sedap juga dapat menjadi sarang penyakit," ucap legislator Partai Demokrat ini.
Anggota Komisi B ini mengatakan, kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah juga disebabkan karena minimnya edukasi terkait sampah. Banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu sampah, apa itu pengelolaan sampah, apa penyebab sampah menumpuk lalu apa akibatnya.
"Sampah itu sendiri banyak sekali macam dan jenisnya, dan cara pengelolaannya pun tidak boleh sembarangan. Beberapa sampah bahkan bisa bernilai ekonomis kalau dimanfaatkan dengan baik," tuturnya.
Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah di Karebosi Premier Hotel, Minggu (19/6/2022).
Baca juga:Legislator Makassar Rezki Ajak Masyarakat Ciptakan Ruang Terbuka Hijau
Menurut Rezki, masih banyak masyarakat yang berpendapat bahwa setiap sampah yang dihasilkan bukan lagi urusan pribadi, tapi menjadi urusan tukang sampah yang telah dibayar. Padahal, persoalan sampah adalah persoalan yang harus diselesaikan bersama.
"Kita tidak boleh egois. Banyaknya sampah di sekitar kita tentu membuat kita tidak nyaman, selain menimbulkan bau yang tidak sedap juga dapat menjadi sarang penyakit," ucap legislator Partai Demokrat ini.
Anggota Komisi B ini mengatakan, kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah juga disebabkan karena minimnya edukasi terkait sampah. Banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu sampah, apa itu pengelolaan sampah, apa penyebab sampah menumpuk lalu apa akibatnya.
"Sampah itu sendiri banyak sekali macam dan jenisnya, dan cara pengelolaannya pun tidak boleh sembarangan. Beberapa sampah bahkan bisa bernilai ekonomis kalau dimanfaatkan dengan baik," tuturnya.
Lihat Juga :