Proyeksi Penanganan Banjir Jabodetabek, Puncak, dan Cianjur hingga 2024
Kamis, 25 Juni 2020 - 05:05 WIB
Kemudian, Pemkab Bekasi akan menormalisasi Kali Bekasi dari mulai batas kota sampai kanal Cikarang-Bekasi-Laut. Lalu, ada program dari Kementerian LHK dengan membangun sumur resapan. Seluruh program perbaikan akan diintegrasikan dengan daerah lain sehingga penanganan banjir berlangsung secara berkesinambungan. “Kami berharap komitmen pusat agar seluruh langkah berjalan hingga akhir 2024,” ucapnya. (Baca juga: Warga Depok Keluhkan Rapid Test Berbayar)
Saat ini, penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diproyeksikan bakal dilakukan hingga 2024. Lima kementerian berkomitmen untuk merevitalisasi seluruh titik penyebab banjir secara terintegrasi.
Dalam penanganan banjir yang berlangsung hingga empat tahun ini, tiga pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten/kota turut dilibatkan. Penanganan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. “Sudah disepakati bahwa menangani banjir tidak bisa hanya daerah hulu atau hilir saja. Kalau kami di hilir diperbaiki, tapi hulunya tidak ya sama saja,” kata Nur.
Saat ini, penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diproyeksikan bakal dilakukan hingga 2024. Lima kementerian berkomitmen untuk merevitalisasi seluruh titik penyebab banjir secara terintegrasi.
Dalam penanganan banjir yang berlangsung hingga empat tahun ini, tiga pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten/kota turut dilibatkan. Penanganan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. “Sudah disepakati bahwa menangani banjir tidak bisa hanya daerah hulu atau hilir saja. Kalau kami di hilir diperbaiki, tapi hulunya tidak ya sama saja,” kata Nur.
(jon)
Lihat Juga :