Proyeksi Penanganan Banjir Jabodetabek, Puncak, dan Cianjur hingga 2024

Kamis, 25 Juni 2020 - 05:05 WIB
loading...
Proyeksi Penanganan...
Penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diproyeksikan bakal dilakukan hingga 2024. Lima kementerian berkomitmen untuk merevitalisasi seluruh titik penyebab banjir secara terintegrasi. Foto: Dok SINDOnews
A A A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai melakukan penanganan banjir secara menyeluruh dan terintegrasi di wilayahnya. Hal itu sebagaimana komitmen bersama dalam penanganan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur). (Baca juga: Tito Ajak Pusat dan Pemda Bersatu Tangani Banjir Jabodetabek)

Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan, komitmen penanganan banjir telah disepakati oleh setiap daerah di Jabodetabekpunjur dengan pemerintah pusat. ”Kita komitmen bersama untuk penanganan banjir bersama,” ujarnya, Rabu (24/6/2020).

Komitmen penanganan bersama itu telihat dari musim hujan awal tahun lalu dengan prediksi debit air tidak akan sampai 300 mililiter per detik, namun ternyata kondisinya berbeda. ”Itu ditunjang juga dengan kiriman air dari hulu. Maka itu, penanganan harus dilakukan menyeluruh dan terintegrasi setiap daerah,” katanya. (Baca juga: Tanggul Fase A Gagal Terbangun, Banjir Rob Ancam Tenggelamkan Kawasan Jakarta Utara)

Untuk itu, penanganan banjir ini berjangka menengah, namun langkah perbaikan sudah dilakukan sejak tahun pertama. Pada 2020 terdapat sejumlah proyek perbaikan di Kabupaten Bekasi untuk mencegah banjir, misalnya perbaikan Kali Bekasi yang bakal dilakukan Kementerian PUPR melalui BBWS Ciliwung-Cisadane.

Kemudian, Pemkab Bekasi akan menormalisasi Kali Bekasi dari mulai batas kota sampai kanal Cikarang-Bekasi-Laut. Lalu, ada program dari Kementerian LHK dengan membangun sumur resapan. Seluruh program perbaikan akan diintegrasikan dengan daerah lain sehingga penanganan banjir berlangsung secara berkesinambungan. “Kami berharap komitmen pusat agar seluruh langkah berjalan hingga akhir 2024,” ucapnya. (Baca juga: Warga Depok Keluhkan Rapid Test Berbayar)

Saat ini, penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diproyeksikan bakal dilakukan hingga 2024. Lima kementerian berkomitmen untuk merevitalisasi seluruh titik penyebab banjir secara terintegrasi.

Dalam penanganan banjir yang berlangsung hingga empat tahun ini, tiga pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten/kota turut dilibatkan. Penanganan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. “Sudah disepakati bahwa menangani banjir tidak bisa hanya daerah hulu atau hilir saja. Kalau kami di hilir diperbaiki, tapi hulunya tidak ya sama saja,” kata Nur.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Berita Terkini
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Infografis
6 Fakta Macet Mengerikan...
6 Fakta Macet Mengerikan Hingga 17 Jam di Kawasan Puncak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved