Rapid Test Jadi Syarat Beraktivitas, Warga Minta Negara Tanggung Biaya

Selasa, 23 Juni 2020 - 17:06 WIB
Wanita berhijab yang bekerja di sektor farmasi ini menyebutkan, dirinya pernah mengikuti rapid test beberapa waktu lalu di perusahaannya. Saat itu biaya ditanggung oleh pihak perusahaan, karena perusahaan ingin memastikan kesehatan dan tidak ada karyawannya yang terpapar Covid-19.

"Saya tanya waktu itu kalau bayar sendiri Rp400.000. Jika harus bayar, keberatan juga karena lumayan mahal, tapi untungnya ditanggung perusahaan," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menegaskan, sampai sekarang di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pemerintah daerah masih secara masif melakukan rapid test dan sudah dilakukan kepada 3.177 orang.

Belum ada area publik seperti hotel, restoran, pasar, atau tempat-tempat wisata yang mensyaratkan pengunjungnya untuk membawa keterangan hasil rapid test. Termasuk mewajibkan pengunjung melakukan rapid test di tempat sebelum berkunjung ke tempat mereka.

"Di KBB rapid test masih dilakukan di sejumlah tempat dan semuanya gratis karena biaya ditanggung oleh anggaran pemerintah. Kalau rapid test dibebankan ke masyarakat kasihan pasti akan jadi beban biaya mereka," ucapnya saat ditemui di Lembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!