Pilkada Calon Tunggal Kecelakaan Sejarah, Tak Boleh Terulang
Selasa, 23 Juni 2020 - 16:01 WIB
Ketua PDI P Jawa Timur Kusnadi mengatakan, di Kabupaten Blitar ada potensi terjadi kembali calon tunggal, yakni pasangan petahana Rijanto-Marheinis.
Imron Rosyadi menegaskan, pilkada calon tunggal adalah alarm buruk demokrasi. Meski ada pilihan setuju atau tidak setuju, bagi Imron calon tunggal adalah demokrasi semu. "Rakyat Kabupaten Blitar harus mendapat pilihan (pasangan lain). Calon tunggal hanya demokrasi semu," kata Baron begitu Imron Rosyadi biasa disapa saat memperingati haul di Makam Bung Karno Sabtu (20/6).
Kendati demikian, Baron tidak memungkiri potensi calon tunggal di Kabupaten Blitar memang ada. Sebab praktik kartel partai politik, yakni memborong partai politik dengan tujuan menenggelamkan kekuatan politik alternatif, sangat mungkin terjadi. Skema yang biasa dimainkan adalah calon tunggal atau calon boneka.
Sebagai parpol dengan perolehan kursi terbesar kedua (9 kursi) di Kabupaten Blitar, PKB tidak akan membiarkan kebobrokan demokrasi itu terjadi. Di sisi lain dengan munculnya platform NU Blitar Bersatu, PKB juga telah memiliki modal politik yang besar.
"Karena PKB masih kurang kursi, sampai saat ini kami intens melakukan ikhtiar komunikasi politik dengan pimpinan parpol lain," kata Baron.
Baron mengatakan, sejauh ini belum ada nama pasangan calon yang diajukan ke DPP untuk mendapat rekomendasi.
Imron Rosyadi menegaskan, pilkada calon tunggal adalah alarm buruk demokrasi. Meski ada pilihan setuju atau tidak setuju, bagi Imron calon tunggal adalah demokrasi semu. "Rakyat Kabupaten Blitar harus mendapat pilihan (pasangan lain). Calon tunggal hanya demokrasi semu," kata Baron begitu Imron Rosyadi biasa disapa saat memperingati haul di Makam Bung Karno Sabtu (20/6).
Kendati demikian, Baron tidak memungkiri potensi calon tunggal di Kabupaten Blitar memang ada. Sebab praktik kartel partai politik, yakni memborong partai politik dengan tujuan menenggelamkan kekuatan politik alternatif, sangat mungkin terjadi. Skema yang biasa dimainkan adalah calon tunggal atau calon boneka.
Sebagai parpol dengan perolehan kursi terbesar kedua (9 kursi) di Kabupaten Blitar, PKB tidak akan membiarkan kebobrokan demokrasi itu terjadi. Di sisi lain dengan munculnya platform NU Blitar Bersatu, PKB juga telah memiliki modal politik yang besar.
"Karena PKB masih kurang kursi, sampai saat ini kami intens melakukan ikhtiar komunikasi politik dengan pimpinan parpol lain," kata Baron.
Baron mengatakan, sejauh ini belum ada nama pasangan calon yang diajukan ke DPP untuk mendapat rekomendasi.
Lihat Juga :