Pemkot Surabaya Diduga Sembunyikan Data Korban Meninggal PDP
Selasa, 23 Juni 2020 - 15:39 WIB
Dalam tweet-nya Ahmad Arif kembali menjelaskan bahwa dalam sehari ada 20 PDP meninggal di rumah sakit Surabaya. "Yang jelas hasil test belum keluar atau belum dites sudah meninggal. Artinya apa? Tes masih kurang," tegasnya. “Kalau selisih satu atau dua mungkin salah input, kalau ratusan,” tanyanya.
Tidak lama berselang akun Twitter Pemkot Surabaya, Bangga Surabaya kemudian melakukan klarifikasi dan mengakui ada kesalahan. Dengan menulis jika PDP COVID-19 meninggal sebanyak 386 orang.
"Kami memohon maaf telah terjadi kesalahan penyampaian informasi data PDP meninggal dan ODP meninggal di website lawan COVID-19," tulis twitter Bangga Surabaya, Senin (22/6).
Terkait data ini juga sebelumnya Pemkot Surabaya mengklaim paling faktual. Bahkan, pemkot pernah berani menuding instansi lain di atasnya seperti Pemprov Jatim tak begitu akurat dan ada selisih hingga 50 persen lebih. Namun, ini juga dibantah oleh pemprov yang menyatakan data susah sesuai by name dan by address.
Media ini kemudian melakukan konfirmasi terhadap Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M Fikser. Namun untuk yang kesekian kalinya telepon serta pesan singkat yang dikirim tidak berbalas.
Tidak lama berselang akun Twitter Pemkot Surabaya, Bangga Surabaya kemudian melakukan klarifikasi dan mengakui ada kesalahan. Dengan menulis jika PDP COVID-19 meninggal sebanyak 386 orang.
"Kami memohon maaf telah terjadi kesalahan penyampaian informasi data PDP meninggal dan ODP meninggal di website lawan COVID-19," tulis twitter Bangga Surabaya, Senin (22/6).
Terkait data ini juga sebelumnya Pemkot Surabaya mengklaim paling faktual. Bahkan, pemkot pernah berani menuding instansi lain di atasnya seperti Pemprov Jatim tak begitu akurat dan ada selisih hingga 50 persen lebih. Namun, ini juga dibantah oleh pemprov yang menyatakan data susah sesuai by name dan by address.
Media ini kemudian melakukan konfirmasi terhadap Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M Fikser. Namun untuk yang kesekian kalinya telepon serta pesan singkat yang dikirim tidak berbalas.
Lihat Juga :