Dokter Spesialis Penyakit Dalam Tekankan Pentingnya Pola Hidup Sehat Cegah Resiko Hipertensi

Selasa, 24 Mei 2022 - 21:45 WIB
"Konsultasikan dengan dokter Anda yang akan memberikan obat penurun tekanan darah guna melindungi dan memperbaiki organ target. Pahami pula sejumlah faktor resiko sekaligus teratur memeriksakan tekanan darah," pungkas dokter Stella.

Stella menjelaskan, tekanan darah adalah kekuatan mendorong darah dari dinding arteri. Ada tekanan darah sistolik yaitu setiap kali jantung berdenyut jantung memompa darah ke dalam arteri. Ada tekanan diastolik yaitu ketika jantung istirahat di antara denyutan ketika tekanan darah turun. "Contoh tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg," tutur Stella. Baca juga: Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Cara Ukur Tekanan Darah yang Benar di Rumah

Dokter Stella melanjutkan, ketika tekanan darah tetap meningkat, kronik dalam waktu atau periode yang lama dapat dikatakan tekanan darah tinggi (hipertensi). Tentu ini berbahaya karena dapat menyebabkan jantung bekerja terlalu berat dan menyebabkan kekakuan pembuluh darah.

Penderita yang mempunyai tekanan darah melebihi 140/90 mmHg saat istirahat disebut hipertensi. "Namun diagnosa hipertensi tidak dapat hanya mengandalkan satu kali pemeriksaan. Harus berulang untuk mengkonfirmasi diagnosis hipertensi," pungkasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!