New Normal Akan Dibahas dalam Konferensi Kesehatan Digital Pertama di Indonesia
Senin, 22 Juni 2020 - 16:58 WIB
Nah, dalam memasuki babak New Normal, tentunya masyarakat perlu menyesuaikan kondisi dan membekali diri dengan informasi yang valid, akurat, dan terpercaya khususnya seputar isue kesehatan. Masyarakat juga membutuhkan layanan kesehatan yang sesuai di tengah kondisi pandemi saat ini.
Maka dari itu, diperlukan wadah khusus yang dapat menyediakan sarana informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dalam pandemi ini.
Dengan adanya perubahan perilaku masyarakat serta masih kurangnya informasi seputar isue kesehatan, maka perlu dibuat konferensi kesehatan digital.
Natali Ardianto, CEO Jovee & Lifepack, perusahaan yang bergerak di bidang digital health, dalam keterangan persnya Senin (22/6/2020) mengatakan, pihaknya bertepatan dengan memasuki satu tahun Jovee & Lifepack, berinisiatif mengadakan konferensi kesehatan digital pertama di Indonesia yaitu We The Health.
"We The Health sendiri kami rancang sebagai sebuah wadah yang menyediakan informasi akurat, terpercaya, dan ter-update seputar isue kesehatan,” ungkap Natali Ardianto dalam keterangannya di Bogor. (BACA JUGA: Rapid Test Harus Bayar, Pengalokasikan Anggaran Corona Dipertanyakan)
Maka dari itu, diperlukan wadah khusus yang dapat menyediakan sarana informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dalam pandemi ini.
Dengan adanya perubahan perilaku masyarakat serta masih kurangnya informasi seputar isue kesehatan, maka perlu dibuat konferensi kesehatan digital.
Natali Ardianto, CEO Jovee & Lifepack, perusahaan yang bergerak di bidang digital health, dalam keterangan persnya Senin (22/6/2020) mengatakan, pihaknya bertepatan dengan memasuki satu tahun Jovee & Lifepack, berinisiatif mengadakan konferensi kesehatan digital pertama di Indonesia yaitu We The Health.
"We The Health sendiri kami rancang sebagai sebuah wadah yang menyediakan informasi akurat, terpercaya, dan ter-update seputar isue kesehatan,” ungkap Natali Ardianto dalam keterangannya di Bogor. (BACA JUGA: Rapid Test Harus Bayar, Pengalokasikan Anggaran Corona Dipertanyakan)
Lihat Juga :