Tradisi Halalbihalal Eratkan Kohesi Sosial dan Memperkuat Moderasi

Sabtu, 14 Mei 2022 - 16:57 WIB
"Halalbihalal adalah salah satu tradisi khas Indonesia yang harus diuri-uri dan dilestarikan. Halalbihalal ini adalah wajah kita, Indonesia yang toleran, saling menghormati kepada sesama pemeluk agama. Nggak ada sekat dalam halalbihalal, semua pemeluk agama saling maaf memaafkan tanpa melihat status atau agama seseorang. Makanya Lebaran juga untuk semua (masyarakat)," tandasnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halalbihalal diartikan sebagai hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan yang biasanya diadakan di sebuah tempat oleh sekelompok orang. Berhalalbihalal artinya bermaaf-maafan pada saat Lebaran.

Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Makan dan Minum saat Halalbihalal

Wibowo menjelaskan, meski halal bihalal khas Indonesia namun berasal dari bahasa Arab yang tidak lazim dipakai penutur bahas Arab.

"Secara historis, istilah halalbihalal dimunculkan muassis jami'iyyah NU KH Wahab Chasbullah, sebagai pengganti kata silaturahim yang dianggap biasa, untuk mengatasi konflik antara tokoh politik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno," jelasnya.

Konteks ini, sebutnya, semakin menekankan substansi moderasi beragama dalam halalbihalal, baik dalam aspek komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, maupun toleransi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!