Januari-Mei, Neraca Perdagangan Jatim Defisit USD107,53 Juta

Jum'at, 19 Juni 2020 - 14:28 WIB
Secara kumulatif, selama Januari-Mei 2020, impor yang masuk ke Jatim sebesar USD8,50 miliar atau turun 13,54% dibandingkan Januari-Mei 2019, yakni sebesar USD9,83 miliar. Sedangkan ekspor Jatim sebesar USD8,39 miliar atau turun 0,15% dibandingkan Januari-Mei 2019, sebesar USD8,40 miliar.

Selama Januari-Mei 2020, komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur, berkontribusi 5,93% dari total impor. Nilainya mencapai USD504,09 juta. Disusul komoditas kondensat dengan kontribusi 4,48% atau setara USD381,14 juta. Berikutnya komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya dengan kontribusi 4,32% atau setara USD366,88 juta.

Sedangkan komoditas ekspor selama Januari-Mei 2020, terbesar adalah emas perhiasan dengan kontribusi 16% atau USD1,3 miliar. Disusul komoditas tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda, dengan kontribusi 5,82% atau sebesar USD488,22 juta. Peringkat ketiga adalah komoditas sisa dan skrap dari logam mulia lainnya dengan peranan sebesar 4,94% atau dengan nilai sebesar USD414,85 juta.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!