Alasan Tak Ada Anggaran, Disdukcapil Maros Rumahkan 61 Tenaga Honorer

Kamis, 18 Juni 2020 - 20:22 WIB
"Kami sudah sampaikan ke pak Bupati secara lisan kalau ada masalah seperti ini, dan beliau mengizinkan. Karena, jika dipaksakan kerja, yang ada kasihan mereka bekerja tapi tidak digaji," ungkapnya

Eldrin menambahkan, jika nanti di kemudian hari ada pemberkasan atau pendataan, pihaknya siap memanggil mereka yang dirumahkan kembali dan memasukkannya dalam daftar honorer Disdukcapil Maros.

Sementara itu, salah seorang perwakilan tenaga honorer, Irna Suryanti menilai kebijakan Disdukcapil tersebut terkesan diskriminatif. Alasannya kata dia, dari 61 honorer yang di rumahkan, ada tiga orang yang kembali dipanggil dipanggil bekerja.

Baca juga: 48.248 Pekerja Pariwisata Dirumahkan Akibat Pandemi Corona

"Memang sebelumnya ada tujuh orang yang dipanggil kembali, karena mereka punya SK 2020, tapi tiba-tiba ada tiga orang lagi yang dipanggil masuk, padahal mereka tidak punya SK 2020," jelasnya.

Dia juga membantah alasan di balik kebijakan merumahkan tenaga honerer seperti yang diungkap Kepala Disdukcapil.

"Sejak bulan Januari sampai Juni kami sudah tidak pernah digaji. Kami tetap kerja sebagi bentuk pengabdian ke kantor. Kami juga disuruh bersabar, sebab infonya, kantor masih penyesuaian anggaran. Tapi tiba-tiba ada kebijakan seperti ini tanpa sepengetahuan kami," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!