Tawuran Berdarah Antar Remaja Jadi Budaya di Jabodetabek, Ini Penyebabnya
Minggu, 10 April 2022 - 08:05 WIB
”Kemungkinan tengah terjadi apa yang disebut outlet release theory. Jadi, karena energi yang ada selama ini terpendam tidak bisa keluar, maka saat ada outlet atau pelepasan, maka situasinya kacau. Mirip rusa masuk kota,” kata Adrianus, Minggu (10/4/2022).
”Situasi pandemi (khususnya fase 3) yang baru saja kita hadapi membuat kita tertekan kembali. Maka, saat kondisi mulai normal, orang-orang seperti mengalami kegembiraan luar biasa,” imbuhnya. Baca juga: Ini Kasus-Kasus Perang Sarung yang Berujung Tawuran
Mantan Komisioner Ombudsman Republik Indonesia mengatakan, ada perwujudan kegembiraan luar biasa dari para anak muda saat situasi sudah perlahan kembali normal. Mereka meluapkan kegembiraannya dengan berkumpul dan memperkuat kekompakan antar sesama rekannya.
”Salah satu 'kegembiraan' itu terwujud dalam bentuk berkumpul, memperkuat kekompakan yg selama ini lemah (disebut in-group feeling),” terang Adrianus. Baca juga: Tawuran di Tanah Kusir Jaksel, Satu Pemuda Tewas Tertusuk
”Situasi pandemi (khususnya fase 3) yang baru saja kita hadapi membuat kita tertekan kembali. Maka, saat kondisi mulai normal, orang-orang seperti mengalami kegembiraan luar biasa,” imbuhnya. Baca juga: Ini Kasus-Kasus Perang Sarung yang Berujung Tawuran
Mantan Komisioner Ombudsman Republik Indonesia mengatakan, ada perwujudan kegembiraan luar biasa dari para anak muda saat situasi sudah perlahan kembali normal. Mereka meluapkan kegembiraannya dengan berkumpul dan memperkuat kekompakan antar sesama rekannya.
”Salah satu 'kegembiraan' itu terwujud dalam bentuk berkumpul, memperkuat kekompakan yg selama ini lemah (disebut in-group feeling),” terang Adrianus. Baca juga: Tawuran di Tanah Kusir Jaksel, Satu Pemuda Tewas Tertusuk
Lihat Juga :