Tawuran Berdarah Antar Remaja Jadi Budaya di Jabodetabek, Ini Penyebabnya
Minggu, 10 April 2022 - 08:05 WIB
Kriminologi Universitas Indonesia menilai tawuran antar kelompok remaja di Jabodetabek karena energi anak muda tidak tersalurkan dengan baik selama pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
JAKARTA - Tawuran antar kelompok remaja kerap terjadi di sejumlah daerah Jabodetabek dalam beberapa waktu belakangan ini, terlebih selama bulan Ramadhan. Tawuran biasanya terjadi malam hingga menjelang pagi hari.
Tak sedikit pemuda yang merenggut nyawanya dalam aksi tawuran tersebut. Tawuran antar kelompok pemuda tersebut bukan hanya meresahkan, tapi juga membahayakan. Tak sedikit juga yang jadi korban salah sasaran akibat aksi gagah-gagahan itu. Lantas, apa dugaan penyebab maraknya tawuran di Jabodetabek?
Pakar Kriminologi Universitas Indonesia (UI) Prof Adrianus Meliala berpandangan, maraknya tawuran antar kelompok remaja di Jabodetabek karena energi anak muda tidak tersalurkan dengan baik selama pandemi Covid-19. Baca juga: Tawuran Sarung Berbatu, 8 Pelajar di Bekasi Ditangkap Polisi
Hal itu bisa disebut juga denganoutlet release theory. Terlebih, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun di Indonesia membuat anak-anak muda tidak bisa banyak bermain dan berinteraksi sosial. Hal itu yang membuat anak muda lepas kontrol saat adanya pelonggaran protokol kesehatan (prokes) beberapa waktu belakangan.
Tak sedikit pemuda yang merenggut nyawanya dalam aksi tawuran tersebut. Tawuran antar kelompok pemuda tersebut bukan hanya meresahkan, tapi juga membahayakan. Tak sedikit juga yang jadi korban salah sasaran akibat aksi gagah-gagahan itu. Lantas, apa dugaan penyebab maraknya tawuran di Jabodetabek?
Pakar Kriminologi Universitas Indonesia (UI) Prof Adrianus Meliala berpandangan, maraknya tawuran antar kelompok remaja di Jabodetabek karena energi anak muda tidak tersalurkan dengan baik selama pandemi Covid-19. Baca juga: Tawuran Sarung Berbatu, 8 Pelajar di Bekasi Ditangkap Polisi
Hal itu bisa disebut juga denganoutlet release theory. Terlebih, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun di Indonesia membuat anak-anak muda tidak bisa banyak bermain dan berinteraksi sosial. Hal itu yang membuat anak muda lepas kontrol saat adanya pelonggaran protokol kesehatan (prokes) beberapa waktu belakangan.
Lihat Juga :