Korut-Korsel Diambang Perang, Kim Jong-un Justru Tinggalkan Pyongyang
Kamis, 18 Juni 2020 - 13:16 WIB
Baca Juga : Ancaman Adik Kim Jong-un Direspon, Pasukan Militer Siap Dikerahkan
Di bawah arahan Kim Yo-jong, Korea Utara telah memutuskan seluruh jalur komunikasi dengan Korea Selatan dan menyatakan tetangganya tersebut sebagai musuh. Militer Pyongyang bahkan telah meledakkan kantor penghubung dua Korea di wilayah Kaesong pada hari Selasa. Tak hanya itu, tentara Pyongyang juga disiagakan di perbatasan Korut dan Korsel.
Sementara itu, militer Korea Selatan tak mau kalah. Mereka memperingatkan Pyongyang akan membayar mahal jika nekat menyerang Seoul.
"Pasukan kami menyatakan keprihatinan mendalam bahwa Staf Umum Korea Utara memublikasikan berbagai jenis rencana militer yang bertentangan dengan perjanjian intra-Korea, Deklarasi Panmunjom dan perjanjian militer 19 September 2018," kata Kepala Staf Gabungan Korsel.
"Tindakan semacam itu membatalkan semua hasil bersama-sama tercapai selama lebih dari 20 tahun dan upaya di bidang kemajuan hubungan intra-Korea dan pelestarian perdamaian di Semenanjung Korea. Jika pihak Korut melanjutkan ke tindakan nyata, mereka pasti akan membayar harga yang sesuai," lanjutnya, kemarin.
Di bawah arahan Kim Yo-jong, Korea Utara telah memutuskan seluruh jalur komunikasi dengan Korea Selatan dan menyatakan tetangganya tersebut sebagai musuh. Militer Pyongyang bahkan telah meledakkan kantor penghubung dua Korea di wilayah Kaesong pada hari Selasa. Tak hanya itu, tentara Pyongyang juga disiagakan di perbatasan Korut dan Korsel.
Sementara itu, militer Korea Selatan tak mau kalah. Mereka memperingatkan Pyongyang akan membayar mahal jika nekat menyerang Seoul.
"Pasukan kami menyatakan keprihatinan mendalam bahwa Staf Umum Korea Utara memublikasikan berbagai jenis rencana militer yang bertentangan dengan perjanjian intra-Korea, Deklarasi Panmunjom dan perjanjian militer 19 September 2018," kata Kepala Staf Gabungan Korsel.
"Tindakan semacam itu membatalkan semua hasil bersama-sama tercapai selama lebih dari 20 tahun dan upaya di bidang kemajuan hubungan intra-Korea dan pelestarian perdamaian di Semenanjung Korea. Jika pihak Korut melanjutkan ke tindakan nyata, mereka pasti akan membayar harga yang sesuai," lanjutnya, kemarin.
(sri)
Lihat Juga :