Muslihat Snouck Hurgronje Melemahkan Islam di Aceh
Kamis, 07 April 2022 - 05:35 WIB
Hurgronje menjadi profesor Melayu pada 1889 diUniversitas Leidendan penasihat resmi pemerintah Belanda untuk urusan kolonial. Dia menulis lebih dari 1.400 makalah tentang situasi diAcehdan posisiIslamdiHindia Belanda, serta pada layanan sipil kolonial dan nasionalisme.
Baca Juga: Malaysia Klaim Reog sebagai Warisan Budaya ke UNESCO, Seniman Ponorogo Meradang
Dalam perang Aceh(1873-1913), Hurgronje memainkan peran merancang strategi untuk menghancurkan perlawanan penduduk Aceh, mengakhiri perang 40 tahun dengan perkiraan korban sekitar 50.000 dan 100.000 penduduk tewas dan sekitar satu juta terluka. Kesuksesannya dalamPerang Acehmemberinya kekuasaan dalam membentuk kebijakan pemerintahan kolonial.
Ketika koloniHindia Belanda(sekarang: Indonesia) didirikan pada 1800, agama monoteistik dominan bagi sebagian besar masyarakat adat di Hindia Belanda adalahIslam. Karena sinkretisme agama yang kuat, bentuk Islam dicampur dengan unsur-unsur dari agama yang lebih tua.
Baca Juga: Malaysia Klaim Reog sebagai Warisan Budaya ke UNESCO, Seniman Ponorogo Meradang
Dalam perang Aceh(1873-1913), Hurgronje memainkan peran merancang strategi untuk menghancurkan perlawanan penduduk Aceh, mengakhiri perang 40 tahun dengan perkiraan korban sekitar 50.000 dan 100.000 penduduk tewas dan sekitar satu juta terluka. Kesuksesannya dalamPerang Acehmemberinya kekuasaan dalam membentuk kebijakan pemerintahan kolonial.
Ketika koloniHindia Belanda(sekarang: Indonesia) didirikan pada 1800, agama monoteistik dominan bagi sebagian besar masyarakat adat di Hindia Belanda adalahIslam. Karena sinkretisme agama yang kuat, bentuk Islam dicampur dengan unsur-unsur dari agama yang lebih tua.
(aww)
Lihat Juga :