Curhat Sopir Angkot di Majalengka Setelah Harga Pertamax Melambung

Rabu, 06 April 2022 - 15:36 WIB
"Pertalite kalau ada mah. Kalau nggak ada, ya Pertamax. Ya, khawatir lah. Karena kan Pertamax harganya tinggi" kata Heru di sela-sela menjalankan angkot trayek Kadipaten-Majalengka itu.

Perbedaan penggunaan jenis BBM, ternyata berdampak terhadap durasi kerja. Saat menggunakan BBM jenis Pertalite, Heru mengaku bisa 3 kali menjalankan angkotnya dari Majalengka ke Kadipaten.

"Seharai biasa pakai 100 (Rp100 ribu untuk ngisi BBM). 100 tuh pake 3 kali jalan (saat menggunakan Pertalite). Kalau pakai Pertamax mah, dua kali jalan juga mungkin nggak akan bisa, gitu," papar dia.

Adanya perbedaan jumlah 'narik' antara saat menggunakan Pertamax dan Pertalite, ternyata bukan satu-satunya 'cobaan' yang dihadapi Heru dan mungkin juga kawan-kawan nya sesama supir Angkot.

Selama bulan puasa ini, jumlah penumpang pun relatif berkurang. "Kadang mah setor kuncinya aja, uangnya nggak. Apalagi sekarang bulan Ramadan, penumpang jarang," beber dia.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!