Misteri Goa Kreco dan Kisah Sunan Kalijaga Taklukkan Kera Raksasa
Rabu, 06 April 2022 - 08:14 WIB
Sayangnya setelah menemukan pohon jati yang dimaksud justru menjadi sarang kera-kera berukuran besar. Kera-kera itu bergelantungan di setiap rantingnya. Pada waktu Sunan Kalijaga sampai di tempat itu, kera-kera tersebut merasa terkejut dan satu per satu turun seakan-akan siap menyerang Sunan Kalijaga.
Kera-kera itu rupanya merasa terganggu dengan kehadiran Sunan Kalijaga. Melihat kondisi seperti itu, Sunan Kalijaga kemudian mencari sungai tak jauh lokasi pohon lalu berwudhu. Setelah itu, pria bernama asli Raden Sahid ini lantas berdoa kepada Allah SWT agar kera-kera raksasa penghuni pohon tersebut tidak mengganggu, bahkan mematuhi perintahnya.
Tak disangka-sangka, kera-kera yang berjumlah banyak itu turun dari atas pohon dan duduk berbaris di hadapan Sunan Kalijaga. Sang waliullah ini pun merasa takjub dan bersyukur. Sunan Kalijaga pun dibuat kian takjub saat kera-kera itu bisa berbicara layaknya manusia. "Kami siap tunduk pada perintahmu," ucap kera-kera itu.
Mengetahui para kera itu berkumpul di hadapannya, Sunan Kalijaga pun menyampaikan maksud tujuannya. Ia berbicara kepada para kera bahwa dirinya diperintahkan untuk mencari dan mengambil pohon jati yang besar untuk membangun masjid. Sunan Kalijaga pun berharap para kera ini mengikhlaskan pohon jati itu untuk pembangunan masjid yang menjadi bagian syiar agama islam.
Kera-kera itu kemudian mengikhlaskan dan mau membantu Sunan Kalijaga, tetapi dengan syarat diizinkan untuk menjadi pengikut Sunan Kalijaga, serta dibiarkan ikut ke Demak. Sunan Kalijaga pun merasa keberatan dengan syarat yang disampaikan kera. Menuru Sunan Kalijaga syarat itu dinilai sebagai bentuk keberatan karena pohon jati tempat tinggalnya diambil.
Kera-kera itu rupanya merasa terganggu dengan kehadiran Sunan Kalijaga. Melihat kondisi seperti itu, Sunan Kalijaga kemudian mencari sungai tak jauh lokasi pohon lalu berwudhu. Setelah itu, pria bernama asli Raden Sahid ini lantas berdoa kepada Allah SWT agar kera-kera raksasa penghuni pohon tersebut tidak mengganggu, bahkan mematuhi perintahnya.
Tak disangka-sangka, kera-kera yang berjumlah banyak itu turun dari atas pohon dan duduk berbaris di hadapan Sunan Kalijaga. Sang waliullah ini pun merasa takjub dan bersyukur. Sunan Kalijaga pun dibuat kian takjub saat kera-kera itu bisa berbicara layaknya manusia. "Kami siap tunduk pada perintahmu," ucap kera-kera itu.
Mengetahui para kera itu berkumpul di hadapannya, Sunan Kalijaga pun menyampaikan maksud tujuannya. Ia berbicara kepada para kera bahwa dirinya diperintahkan untuk mencari dan mengambil pohon jati yang besar untuk membangun masjid. Sunan Kalijaga pun berharap para kera ini mengikhlaskan pohon jati itu untuk pembangunan masjid yang menjadi bagian syiar agama islam.
Kera-kera itu kemudian mengikhlaskan dan mau membantu Sunan Kalijaga, tetapi dengan syarat diizinkan untuk menjadi pengikut Sunan Kalijaga, serta dibiarkan ikut ke Demak. Sunan Kalijaga pun merasa keberatan dengan syarat yang disampaikan kera. Menuru Sunan Kalijaga syarat itu dinilai sebagai bentuk keberatan karena pohon jati tempat tinggalnya diambil.
Lihat Juga :