Tangis Pecah di Polres Pasuruan, Orang Tua Korban Penculikan dan Penganiayaan Lapor Polisi

Kamis, 24 Maret 2022 - 14:30 WIB
Dua siswa SMP diculik oleh seniornya lalu dianiaya di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Foto/iNews TV/Jaka Samudra
PASURUAN - Tangis histeris kedua orang tua korban penculikan dan penganiayaan, berinisial DLH dan FG tak terbendung lagi. Keduanya tak kuasa menahan kepiluan, melihat anaknya menjadi korban penculikan dan penganiayaan seniornya di sebuah SMP swasta di Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Sadis! 2 Siswa SMP di Pasuruan Diculik dan Dianiaya Seniornya hingga Babak Belur

Kedua orang tua korban penculikan dan penganiayaan ini, didampingi kuasa hukumnya melaporkan peristiwa yang dialami anak-anaknya ke Polres Pasuruan. Mereka berharap segera ada kepastian hukum terhadap kasus yang menimpa anaknya.

Tio Lina Aritonang, ibu dari korban penculikan dan penganiayaan berinisial FG, tak kuasa melihat anaknya mengalami luka-luka di bagian punggungnya akibat dianiaya seniornya di asrama sekolah keagamaan yang ada di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Anggota Polisi di Madina Terluka Dikeroyok Keluarga Oknum Satpol PP yang Jadi Bandar Narkoba

"Saya sangat kecewa, pelayanannya sangat lamban dalam menangani kasus penculikan dan penganiayaan yang dialami anak saya. Kami kawatir kalau tidak segera ditangani, para tersangkanya sudah pulang ke daerah asalnya masing-masing," ungkap Tio Lina Aritonang, Kamis (24/3/2022).

Warga Jakarta itu juga mengatakan, sebentar lagi sekolah akan diliburkan karena sudah selesai ujian, sehingga dikawatirkan para senior yang menganiaya dan menculik anaknya sudah sulit untuk ditangkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!