Teladani KH Hasyim Asy'ari, Pesantren Tebu Ireng Berdakwah dengan Semangat Nasionalisme
Sabtu, 19 Maret 2022 - 04:05 WIB
Ia melanjutkan, bukanlah tanpa alasan kalau KH Hasyim Asy’ari ini menekankan pentingya keilmuan. Pasalnya dengan keilmuan yang matang, maka akan membawa kepada kebaikan dan menjadi modal untuk membangun ukhuwah persatuan antar umat beragama dan golongan.
"Karena dari keilmuan tersebut, dahulu beliau mampu mengumpulkan berbagai macam kalangan, golongan yang berbeda paham pun beliau berhasil mempersatukannya," ucapnya.
Baca juga: Unhasy Tebuireng Jombang Berharap Kolaborasi dengan Kementerian BUMN
Gus Kikin juga menilai perlunya para dai, ulama maupun penceramah untuk dapat menggelorakan semangat nasionalisme dengan saling menguatkan, saling menjaga demi membangun persatuan di tengah masyarakat serta segenap bangsa Indonesia.
"Memang harus dipahami, di Indonesia itu memang islam aslinya ahlussunah wal jamaah. Ya Islam yang moderat itu ada di Indonesia, Islam yang wasatiyah ada di Indoensia dan itu harus memiliki semangat ukhuwah," ujarnya.
Disamping itu, lanjut Gus Kikin, para penceramah perlu membuat masyarakat memahami bahwa semangat nasionalisme itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan dalam mengekspresikan keimanannya.
"Sebenarnya dalam Islam itu kita mengikuti apa yang sudah dijalankan oleh Rasulullah di Madinah. Di mana beliau mengakomodasi, mewadahi semua gologan, semua agama menjadi satu dan saling menjaga kehidupan bermasyarakat," jelas Gus Kikin.
"Karena dari keilmuan tersebut, dahulu beliau mampu mengumpulkan berbagai macam kalangan, golongan yang berbeda paham pun beliau berhasil mempersatukannya," ucapnya.
Baca juga: Unhasy Tebuireng Jombang Berharap Kolaborasi dengan Kementerian BUMN
Gus Kikin juga menilai perlunya para dai, ulama maupun penceramah untuk dapat menggelorakan semangat nasionalisme dengan saling menguatkan, saling menjaga demi membangun persatuan di tengah masyarakat serta segenap bangsa Indonesia.
"Memang harus dipahami, di Indonesia itu memang islam aslinya ahlussunah wal jamaah. Ya Islam yang moderat itu ada di Indonesia, Islam yang wasatiyah ada di Indoensia dan itu harus memiliki semangat ukhuwah," ujarnya.
Disamping itu, lanjut Gus Kikin, para penceramah perlu membuat masyarakat memahami bahwa semangat nasionalisme itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan dalam mengekspresikan keimanannya.
"Sebenarnya dalam Islam itu kita mengikuti apa yang sudah dijalankan oleh Rasulullah di Madinah. Di mana beliau mengakomodasi, mewadahi semua gologan, semua agama menjadi satu dan saling menjaga kehidupan bermasyarakat," jelas Gus Kikin.
Lihat Juga :