Pemerintah Kembangkan dan Tingkatkan Industri Susu Dalam Negeri
Kamis, 10 Maret 2022 - 17:13 WIB
Terlepas dari itu, Syamsul berharap konsumsi susu per kapita Indonesia naik menjadi 17 persen seiring kualitas susu yang ada di dalam negeri.
Senada Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) wilayah Jawa Timur, Sulistiyanto menjelaskan sekalipun produksi di Jawa Timur mencapai 1.350 ton per harinya dan tertinggi diantara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 11 ribu ton per hari, GKSI Jawa Timur masih belum mendekati angka 20 persen.
Karenanya melalui seminar ini, peningkatan populasi sapi perah sebesar 10 persen per tahun dapat terwujud, sehingga target peningkatan produksi susu sapi sebesar 15 persen per tahun juga dapat direalisasikan.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Prof. Hendrawan Soetanto menerangkan pakan ternak menjadi permasalahan dalam Industri Persusuan. Hal ini tidak lepas dari menyempitnya lahan pertanian yang mendorong meningkatnya harga pakan.
"Selain itu, tata laksana pemberian pakan sapi perah di Indonesia juga pada umumnya masih kurang baik, termasuk dalam penentuan formulasinya," timpal Prof Hendrawan.
Senada, Konsultan Persusuan dari Beijing Kaihang Management Consulting Dr. Walter Chen juga menyampaikan kandungan nutrisi pada pakan sapi perah harus sungguh diperhatikan. Ia menyampaikan bahwa Distiller Dried Grain with Soluble (DDGS) adalah bahan yang dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi pada pakan sapi perah.
Senada Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) wilayah Jawa Timur, Sulistiyanto menjelaskan sekalipun produksi di Jawa Timur mencapai 1.350 ton per harinya dan tertinggi diantara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 11 ribu ton per hari, GKSI Jawa Timur masih belum mendekati angka 20 persen.
Karenanya melalui seminar ini, peningkatan populasi sapi perah sebesar 10 persen per tahun dapat terwujud, sehingga target peningkatan produksi susu sapi sebesar 15 persen per tahun juga dapat direalisasikan.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Prof. Hendrawan Soetanto menerangkan pakan ternak menjadi permasalahan dalam Industri Persusuan. Hal ini tidak lepas dari menyempitnya lahan pertanian yang mendorong meningkatnya harga pakan.
"Selain itu, tata laksana pemberian pakan sapi perah di Indonesia juga pada umumnya masih kurang baik, termasuk dalam penentuan formulasinya," timpal Prof Hendrawan.
Senada, Konsultan Persusuan dari Beijing Kaihang Management Consulting Dr. Walter Chen juga menyampaikan kandungan nutrisi pada pakan sapi perah harus sungguh diperhatikan. Ia menyampaikan bahwa Distiller Dried Grain with Soluble (DDGS) adalah bahan yang dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi pada pakan sapi perah.
Lihat Juga :