5 Program Unggulan Dilahirkan dalam Peringatan HPI ke-167 di Tanah Papua

Senin, 28 Februari 2022 - 21:39 WIB
Sementara itu, Pengajar STT Baptis Papua, Maryam Deda mengaku bersyukur dengan kegiatan yang dilaksanakan ini. Melalui workshop ini pihaknya mengaku lebih tajam dalam menganalisis masalah-masalah sosial yang ada, mencari akar persoalan hingga bertindak memberikan kontribusi nyata dalam lingkup.

"Saya berharap, pelatihan yang mengubah pola pikir, sikap dan tutur kata ini dapat berdampak di tengah situasi Papua yang rumit dan penuh persoalan. HPI ke-167 menjadi catatan bagi gereja untuk tidak memikirkan diri sendiri, melainkan berkolaborasi dalam proses menciptakan Papua yang lebih baik ke depan," katanya.

Ketua Sinode Gereja Pentakosta di Papua, Pdt. Dr Robert Marini M.Th menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya optimistis momentum HPI menjadi momen kebangkitan baru ditengah gejolak pandemi global, serta kondisi Indonesia yang multi suku, budaya dan agama.

"Kebangkitan gereja ini bukan sesuatu yang kecil, namun dengan adanya rekomendasi atau keputusan HPI melalui konferensi yang juga diperdalam melalui Lokakarya MPI ada suatu kekuatan baru yang luar biasa."

"Para peserta dapat mengeksplor sejauh mana masalah-masalah di Papua dapat diselesaikan, terlebih lagi adanya sinergitas antara pemerintah dengan PGGP dan gereja," ucapnya.

Wakil Ketua II STAKPN Sentani, Pdt Dr Alfius Aninam menyebut, workshop bersama menjadi solusi kongkrit untuk mencari solusi atas suatu persoalan. Terlebih bagi Perguruan Tinggi dan gereja.

"Kadang kita cenderung memikirkan program besar, namun hasilnya tidak maksimal. Melalui pelatihan ini, diperkenalkan cara dan metode dalam mencari solusi dan aplikasi untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut," ucapnya.

Diakhir acara, selain diisi dengan refleksi, juga diisi dengan komitmen para peserta untuk melanjutkan MPI ke tempat pelayanan masing-masing.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!