Khofifah Minta Ponpes Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat
Senin, 15 Juni 2020 - 07:44 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta pondok pesantren (Ponpes) menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Foto/Dok.SINDOnews/Yuswantoro
SURABAYA - Pemprov Jatim, meminta Pondok Pesantren (Ponpes) menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna memutus rantai penyebaran COVID-19 . Mulai Senin (15/6/2020) ponpes sudah memulai kegiatan belajar mengajar.
(Baca juga: Harga Ponsel Menjulang, Samsung Catat Rekor Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir )
"Jadwal kembalinya santri ke pondok pesantren dapat dimulai tanggal 15 Juni 2020 dan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan pondok pesantren masing-masing. Kesiapan ini terkait penerapan protokol kesehatan dengan mentaati sepenuhnya hasil koordinasi pengelola pondok pesantren dengan pemerintah kabupaten/kota dan Forkopimda setempat," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2020).
Khofifah menegaskan, kembalinya santri ke ponpes harus dilakukan secara hati-hati dengan menjadikan kaidah keselamatan jiwa dan raga sebagai prinsip utama. Tentu itu dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan.
(Baca juga: Harga Ponsel Menjulang, Samsung Catat Rekor Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir )
"Jadwal kembalinya santri ke pondok pesantren dapat dimulai tanggal 15 Juni 2020 dan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan pondok pesantren masing-masing. Kesiapan ini terkait penerapan protokol kesehatan dengan mentaati sepenuhnya hasil koordinasi pengelola pondok pesantren dengan pemerintah kabupaten/kota dan Forkopimda setempat," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2020).
Khofifah menegaskan, kembalinya santri ke ponpes harus dilakukan secara hati-hati dengan menjadikan kaidah keselamatan jiwa dan raga sebagai prinsip utama. Tentu itu dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan.
Lihat Juga :