Harga Kedelai Meroket, Produsen Tempe di Jakut Berhenti Produksi

Jum'at, 18 Februari 2022 - 22:29 WIB
”Sudah sekitar 10 hari (naik), pas tengah bulan lalu. Kita malah nggak ngeh udah berapa hari, tapi kira-kira udah empat minggu lewat,” ucapnya.

Di tengah kenaikan harga kacang kedelai, Casmari juga mengungkapkan bahwa para produsen tempe tidak bisa asal untuk menaikkan harga secara sembarangan. Sebab akan berdampak pada masyarakat nantinya. Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Tempe Tangerang Ancam Mogok Produksi

”Misal sepotong tadinya Rp 5.000 naik jadi Rp 6.000, mereka pada nggak mau, komplain. Makanya kita adakan mogok supaya mereka tahu, supaya pemerintah mendengar keluhan perajin tempe,” ucapnya.

Mewakili para produsen tempe yang ada di Kampung Tempe, Jalan Haji Mawar, RT 12 RW 03, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Casmari berharap pemerintah bisa membantu menurunkan harga kacang kedelai.

”Harapannya sih mudah-mudahan kalau bisa turunkan harga, jadi kita pengrajin juga nggak repot, tenang dan konsumen juga nggak keberatan. Itu harapan kita semua,” pungkasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!