Harga Kedelai Meroket, Produsen Tempe di Jakut Berhenti Produksi

Jum'at, 18 Februari 2022 - 22:29 WIB
loading...
Harga Kedelai Meroket,...
Produsen tempe tahu di Jakarta Utara berhenti produksi sebab harga kedelai melambung tinggi. Foto/SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Harga kedelai di pasar mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hal ini membuat seluruh produsen tempe di Jabodetabek memilih untuk mogok produksi dalam waktu dekat ini.

Seperti yang akan dilakukan para produsen tempe di Kampung Tempe, Sunter Jaya, Jakarta Utara. Salah satu produsen tempe Casmari atau Agus Puro (57) mengatakan, dia dan produsen lainnya akan mogok produksi pada 21-23 Februari 2022.

”Karena mogok tiga hari, kami sudah dipersiapkan dengan tidak lagi melakukan perebusan kacang kedelai. Penggilingan masih ada, cuman perebusan untuk (tempe) hari Senin. Jadi perebusan udah berhenti,” kata Casmari, Jumat (18/2/2022). Baca juga: Waduh, Perajin Tahu Tempe di Jawa Mogok Produksi Minggu Depan

Diterangkan Casmari, rencana mogok produksi ini dikarenakan harga kacang kedelai yang tidak kunjung turun berasal dari wilayah Jabodetabek. Jika sebelumnya harga kacang kedelai 10 ribu pe rkilo, kini mencapai 11.100 perkilonya.

”Sudah sekitar 10 hari (naik), pas tengah bulan lalu. Kita malah nggak ngeh udah berapa hari, tapi kira-kira udah empat minggu lewat,” ucapnya.

Di tengah kenaikan harga kacang kedelai, Casmari juga mengungkapkan bahwa para produsen tempe tidak bisa asal untuk menaikkan harga secara sembarangan. Sebab akan berdampak pada masyarakat nantinya. Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Tempe Tangerang Ancam Mogok Produksi

”Misal sepotong tadinya Rp 5.000 naik jadi Rp 6.000, mereka pada nggak mau, komplain. Makanya kita adakan mogok supaya mereka tahu, supaya pemerintah mendengar keluhan perajin tempe,” ucapnya.



Mewakili para produsen tempe yang ada di Kampung Tempe, Jalan Haji Mawar, RT 12 RW 03, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Casmari berharap pemerintah bisa membantu menurunkan harga kacang kedelai.

”Harapannya sih mudah-mudahan kalau bisa turunkan harga, jadi kita pengrajin juga nggak repot, tenang dan konsumen juga nggak keberatan. Itu harapan kita semua,” pungkasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Rekomendasi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved