Tersangka Penipuan Sujud Syukur, Kejaksaan Hentikan Tuntutan Berdasarkan Restorative Justice
Rabu, 16 Februari 2022 - 10:16 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara Ayu Agung mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah mengajukan penyelesaian perkara di luar pengadilan ini ke Kejaksaan Agung. Pengajuan itu dilakukan karena kasus tersebut memenuhi Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020. Yakni, tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.
“Jadi kita sebagai fasilitator di sini mengupayakan kedua belah pihak. Korban mau memaafkan. Dan, tersangka menyesal serta menyadari kesalahannya lalu minta maaf,” ungkapnya.
Baca juga: Heboh Video Mesum Gay Banjarnegara, Polisi Buru Keterlibatan Pihak Lain
Dia menjelaskan alasan lain penghentian penuntutan perkara ini lantaran tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana yang ancamannya tak lebih dari empat tahun. Selain itu, adanya dukungan dari masyarakat juga telah terjadi ada perjanjian kesepakatan perdamaian kedua belah pihak.
“Jadi, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana tak lebih dari empat tahun penjara. Kami memberikan jalan tengah agar tersangka pengembalian hak penuh kepemilikan motor korban,” jelasnya.
“Jadi kita sebagai fasilitator di sini mengupayakan kedua belah pihak. Korban mau memaafkan. Dan, tersangka menyesal serta menyadari kesalahannya lalu minta maaf,” ungkapnya.
Baca juga: Heboh Video Mesum Gay Banjarnegara, Polisi Buru Keterlibatan Pihak Lain
Dia menjelaskan alasan lain penghentian penuntutan perkara ini lantaran tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana yang ancamannya tak lebih dari empat tahun. Selain itu, adanya dukungan dari masyarakat juga telah terjadi ada perjanjian kesepakatan perdamaian kedua belah pihak.
“Jadi, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana tak lebih dari empat tahun penjara. Kami memberikan jalan tengah agar tersangka pengembalian hak penuh kepemilikan motor korban,” jelasnya.
Lihat Juga :