Kisah Rakai Pikatan dan Pemindahan Pusat Kerajaan Mataram Kuno Dari Medang
Senin, 14 Februari 2022 - 06:52 WIB
"Tapi dari ciri-cirinya memang arca itu bergaya Mataram Kuno. Karena prasasti Lingga Sutan itu berasal dari tahun 929 masehi, atau era Mpu Sendok. Ciri-ciri khusus kita temukan di sini salah satunya bas relief. Sama seperti di Borobudur dan Prambanan gaya reliefnya. Kemudian ukuran batanya cukup besar. Jadi kita identifikasi ini memang berasal dari pra Majapahit. Ukuran batanya panjang 35 cm, lebar 22 cm, dan ketebalan 10-11 cm," tambahnya.
Baca juga: Tangis Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Suami Istri Korban Ritual Maut di Pantai Payangan
Pemindahan pusat kerajaan Mataram Kuno, bukan hanya sekali terjadi. Kerajaan besar yang ada di Pulau Jawa, pada abad ke tujuh tersebut, pernah mengalami pemindahan pusat kerajaan dari Medang, ke Mamrati di era kepemimpinan Raja Rakai Pikatan.
Pendiri Kerajaan Mataram Kuno, Raja Sanjaya yang dipercaya menghasilkan raja-raja turunan Dinasti Sanjaya. Awalnya membuka kerajaan dengan ibu kota istana berada di Medang, Jawa Tengah. Hal inilah yang menyebabkan nama Kerajaan Mataram Kuno juga terkenal dengan Kerajaan Medang, karena dari nama ibu kota yang ditempati saat itu.
Namun pasca pemerintahan Raja Sanjaya, ibu kota Mataram Kuno dipindahkan oleh Raja Rakai Pikatan. Sebagaimana dikutip dari buku "Babad Tanah Jawi" tulisan Soedjipto Abimanyu, pemindahan istana kerajaan dari Medang ke Mamrati, dikisahkan melalui Prasasti Wantil yang disebut juga Prasasti Siwagreha, yang dikeluarkan pada 12 November 856 Masehi.
Baca juga: Mencekam! Gudang BBM Meledak dan Terbakar, 7 Rumah Warga Medan Ludes Dilalap Api
Saat Rakai Pikatan menjadi raja pengaruh besar agama Hindu mulai mendominasi di Mataram, menggantikan agama Buddha. Hal inilah yang juga dimuat di Prasasti Wantil mengenai pendirian bangunan suci Siwagreha, yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa.
Menariknya, selain pembuatan Candi Siwa, raja Rakai Pikatan memerintahkan pemindahan istana Mataram. Konon saat Rakai Pikatan turun tahta dan berganti ke raja berikutnya Rakai Kayuwangi, istana Kerajaan Mataram Kuno tak lagi di Medang.
Baca juga: Tangis Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Suami Istri Korban Ritual Maut di Pantai Payangan
Pemindahan pusat kerajaan Mataram Kuno, bukan hanya sekali terjadi. Kerajaan besar yang ada di Pulau Jawa, pada abad ke tujuh tersebut, pernah mengalami pemindahan pusat kerajaan dari Medang, ke Mamrati di era kepemimpinan Raja Rakai Pikatan.
Pendiri Kerajaan Mataram Kuno, Raja Sanjaya yang dipercaya menghasilkan raja-raja turunan Dinasti Sanjaya. Awalnya membuka kerajaan dengan ibu kota istana berada di Medang, Jawa Tengah. Hal inilah yang menyebabkan nama Kerajaan Mataram Kuno juga terkenal dengan Kerajaan Medang, karena dari nama ibu kota yang ditempati saat itu.
Namun pasca pemerintahan Raja Sanjaya, ibu kota Mataram Kuno dipindahkan oleh Raja Rakai Pikatan. Sebagaimana dikutip dari buku "Babad Tanah Jawi" tulisan Soedjipto Abimanyu, pemindahan istana kerajaan dari Medang ke Mamrati, dikisahkan melalui Prasasti Wantil yang disebut juga Prasasti Siwagreha, yang dikeluarkan pada 12 November 856 Masehi.
Baca juga: Mencekam! Gudang BBM Meledak dan Terbakar, 7 Rumah Warga Medan Ludes Dilalap Api
Saat Rakai Pikatan menjadi raja pengaruh besar agama Hindu mulai mendominasi di Mataram, menggantikan agama Buddha. Hal inilah yang juga dimuat di Prasasti Wantil mengenai pendirian bangunan suci Siwagreha, yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa.
Menariknya, selain pembuatan Candi Siwa, raja Rakai Pikatan memerintahkan pemindahan istana Mataram. Konon saat Rakai Pikatan turun tahta dan berganti ke raja berikutnya Rakai Kayuwangi, istana Kerajaan Mataram Kuno tak lagi di Medang.
Lihat Juga :