Francisco, Pengacara Top Gedung Putih Mengundurkan Diri
Jum'at, 12 Juni 2020 - 21:17 WIB
Departemen Kehakiman dan Jaksa Agung William Barr mendapat kritik keras dalam beberapa kebijakan yang dianggap memprioritaskan aliansi dan teman-teman dekat Trump, termasuk upaya mencabut dakwaan kriminal pada Michael Flynn, mantan penasehat Trump yang dituduh berbohong pada FBI.
Sejak 2017, Francisco memimpin Kantor Jaksa Agung Muda, divisi Departemen Kehakiman yang membela berbagai kebijakan pemerintah melawan sejumlah gugatan hukum.
“Francisco, seperti Benczkowski, telah berencana meninggalkan posisinya musim panas ini,” ungkap sumber yang mengetahui rencana itu. Deputi Francisco, Jeff Wall, diperkirakan menjadi pelaksana jaksa agung muda saat Gedung Putih mencari penggantinya.
Rencana pengunduran diri Francisco itu muncul saat MA mendekati akhir periodenya yang dimulai pada Oktober 2019. Francisco menang dalam membela larangan perjalanan Trump pada warga dari enam negara mayoritas Muslim untuk masuk ke AS. (Baca Juga: Turki dan Pakistan Bangun Kapal Perang Canggih Penyeimbang Kekuatan )
Dia juga membela upaya Trump mencabut program yang melindungi raturan ribu imigran yang disebut Dreamers, orang yang masuk AS secara ilegal sebagai anak-anak. MA akan menetapkan keputusan dalam kasus itu bulan depan.
Sejak 2017, Francisco memimpin Kantor Jaksa Agung Muda, divisi Departemen Kehakiman yang membela berbagai kebijakan pemerintah melawan sejumlah gugatan hukum.
“Francisco, seperti Benczkowski, telah berencana meninggalkan posisinya musim panas ini,” ungkap sumber yang mengetahui rencana itu. Deputi Francisco, Jeff Wall, diperkirakan menjadi pelaksana jaksa agung muda saat Gedung Putih mencari penggantinya.
Rencana pengunduran diri Francisco itu muncul saat MA mendekati akhir periodenya yang dimulai pada Oktober 2019. Francisco menang dalam membela larangan perjalanan Trump pada warga dari enam negara mayoritas Muslim untuk masuk ke AS. (Baca Juga: Turki dan Pakistan Bangun Kapal Perang Canggih Penyeimbang Kekuatan )
Dia juga membela upaya Trump mencabut program yang melindungi raturan ribu imigran yang disebut Dreamers, orang yang masuk AS secara ilegal sebagai anak-anak. MA akan menetapkan keputusan dalam kasus itu bulan depan.
(don)
Lihat Juga :