Peneliti Unair Temukan Kombinasi Obat Lawan Covid-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 18:48 WIB
ilustrasi
SURABAYA - Para peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) sudah menyelesaikan riset dan menemukan obat pencegahan Covid-19. Temuan itu berupa lima kombinasi regimen obat yang berasal dari obat-obat yang sudah beredar di pasaran dan berpotensi menjadi obat bagi pasien Covid-19.
Riset yang didukung Badan Inteligen Nasional (BIN) RI dan sejumlah pihak itu sempat diumumkan di Jakarta. Harapannya, temuan ini menjadi angin segar bagi penanganan virus Corona di Indonesia.(baca juga: Kepala Perum Bulog Divre Jatim Terinfeksi Covid-19 )
Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr. dr. Purwati, SpPD, K-PTI FINASIM menuturkan, lima kombinjasi obat untuk melawan Covid-19 terdiri dari Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline, Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, Hydroxychloroquine dengan azithromicyne dan Hydroxychloroquine dengan doxycycline.
Semua regimen kombinasi obat Covid-19 itu tidak untuk diperjualbelikan secara bebas. Sehingga harus benar-benar dijaga dan tidak bisa dibeli dengan bebas di pasaran. "Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara Unair, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara," kata dr Purwati, Jumat (12/6/2020).
Riset yang didukung Badan Inteligen Nasional (BIN) RI dan sejumlah pihak itu sempat diumumkan di Jakarta. Harapannya, temuan ini menjadi angin segar bagi penanganan virus Corona di Indonesia.(baca juga: Kepala Perum Bulog Divre Jatim Terinfeksi Covid-19 )
Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr. dr. Purwati, SpPD, K-PTI FINASIM menuturkan, lima kombinjasi obat untuk melawan Covid-19 terdiri dari Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline, Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, Hydroxychloroquine dengan azithromicyne dan Hydroxychloroquine dengan doxycycline.
Semua regimen kombinasi obat Covid-19 itu tidak untuk diperjualbelikan secara bebas. Sehingga harus benar-benar dijaga dan tidak bisa dibeli dengan bebas di pasaran. "Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara Unair, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara," kata dr Purwati, Jumat (12/6/2020).
Lihat Juga :