Yusran Minta Data Kependudukan Diverifikasi Ulang Jelang Pilwalkot Makassar
Jum'at, 12 Juni 2020 - 17:53 WIB
“Kami melihat ada miss data yang perlu segera disingkronkan dengan Pemkot Makassar. Di data kami tercatat sebaran lima ribuaan, sedangkan data Pemkot Makassar itu ada tujuh ribuan. Dua ribunya ini yang harus ditelusuri,” ucapnya.
Menurut dia, hal ini biasa disebut dengan data anomali. Data anomali sendiri yaitu data pemilih yang masih belum sesuai dengan identitasnya. Indikatornya ada lima yakni alamat, nama, NIK, tanggal lahir dan usia di bawah 17 tahun.
Baca Juga: Seluruh Warga Diimbau Laporkan Dugaan Kecurangan Pilwalkot Makassar
“Makanya kita ingin mengeceknya ke lapangan dan melakukan kordinasi dengan pihak Pemkot Makassar agar data dari kita sinkron semua dan bisa dicocokkan. Untuk data pemilih tetap belum bisa dipastikan. Kita bereskan dulu kecocokan data,” sebut Farid.
Rencananya, sebulan sebelum hari pelaksanaan pemilihan, pihak KPU Makassar akan menggelar rapat koordinasi mengenai hasil akhir Daftar Pemilih Tetap Kota Makassar.
Menurut dia, hal ini biasa disebut dengan data anomali. Data anomali sendiri yaitu data pemilih yang masih belum sesuai dengan identitasnya. Indikatornya ada lima yakni alamat, nama, NIK, tanggal lahir dan usia di bawah 17 tahun.
Baca Juga: Seluruh Warga Diimbau Laporkan Dugaan Kecurangan Pilwalkot Makassar
“Makanya kita ingin mengeceknya ke lapangan dan melakukan kordinasi dengan pihak Pemkot Makassar agar data dari kita sinkron semua dan bisa dicocokkan. Untuk data pemilih tetap belum bisa dipastikan. Kita bereskan dulu kecocokan data,” sebut Farid.
Rencananya, sebulan sebelum hari pelaksanaan pemilihan, pihak KPU Makassar akan menggelar rapat koordinasi mengenai hasil akhir Daftar Pemilih Tetap Kota Makassar.
(tri)
Lihat Juga :