Jenazah Anak Dibawa Pakai Motor, Manajemen RS Diminta Dievaluasi
Selasa, 01 Februari 2022 - 21:13 WIB
“Ini menjadi koreksi bagi manajemen rumah sakit. Bukan hanya di tempat kejadian, tapi juga kepada seluruh rumah sakit di wilayah Sulsel bahwa emergency adalah kejadian yang harus mendapat prioritas utama dalam setiap pelayanan bagi setiap warga,” ujarnya dalam siaran persnya.
Diketahui, warga Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Asdar terpaksa membonceng jenazah anaknya menggunakn sepeda motor. Lantaran uangnya tidak cukup untuk membayar biaya ambulans.
Makanya, orang tuanya membawa sang bayi menggunakan motor dari Kabupaten Bone menuju rumahnya di Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulsel.
Sebelumnya, bayi pasangan Asdar dan Juliatun Mariani sempat dirawat ke Rumah Sakit Datu Pancaitana usai lahir secara prematur. Itu usai mendapat rujukan dari RSUD Kabupaten Sinjai setelah alat bantu pernapasan yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP) semua terpakai.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperbaiki lagi SOP di masing-masing instansi,” tegas Andi Sudirman.
Diketahui, warga Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Asdar terpaksa membonceng jenazah anaknya menggunakn sepeda motor. Lantaran uangnya tidak cukup untuk membayar biaya ambulans.
Makanya, orang tuanya membawa sang bayi menggunakan motor dari Kabupaten Bone menuju rumahnya di Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulsel.
Sebelumnya, bayi pasangan Asdar dan Juliatun Mariani sempat dirawat ke Rumah Sakit Datu Pancaitana usai lahir secara prematur. Itu usai mendapat rujukan dari RSUD Kabupaten Sinjai setelah alat bantu pernapasan yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP) semua terpakai.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperbaiki lagi SOP di masing-masing instansi,” tegas Andi Sudirman.
Lihat Juga :