Mulai Hari ini Kepala Desa di Gunungkidul Resmi Disebut Lurah Desa
Kamis, 11 Juni 2020 - 19:03 WIB
Semar bukanlah seorang pengimbau atau pengajar nilai-nilai. Ia hanya menginginkan agar ilmu yang telah dikuasai atasannya selalu dijalankan dengan konsekuen, agar ajaran dan nilai-nilai itu tidak berhenti sebagai pengetahuan dan imbauan saja, tetapi mewujud dalam tindakan nyata, ngèlmu iku kalakoné kanthi laku. Mereka meminta, agar para atasan dan kesatria menghormati dunia, sebab kalau tidak, ia akan membangun dunia dengan caranya sendiri.
Itulah yang terjadi dalam lakon "Sêmar mBangun Kayangan". Di sana, Semar membangun suatu dunia baru, to Build the World a New, yang lain dari dunia kesatria, yang dianggapnya sudah tidak bisa menampung cita-cita para kawulâ lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga berpesan kepada Lurah Desa agar menjaga tanah desa serta tanah-tanah milik Keraton Yogyakarta. "Filosifi Semar hendaknya dimaknai bagaimana bisa melayani, termasuk dalam penanggulangan COVID-19, dengan mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mencegah wabah tersebut. Selamat bekerja lebih baik lagi," katanya.
Itulah yang terjadi dalam lakon "Sêmar mBangun Kayangan". Di sana, Semar membangun suatu dunia baru, to Build the World a New, yang lain dari dunia kesatria, yang dianggapnya sudah tidak bisa menampung cita-cita para kawulâ lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga berpesan kepada Lurah Desa agar menjaga tanah desa serta tanah-tanah milik Keraton Yogyakarta. "Filosifi Semar hendaknya dimaknai bagaimana bisa melayani, termasuk dalam penanggulangan COVID-19, dengan mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mencegah wabah tersebut. Selamat bekerja lebih baik lagi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :