Mencekam! Tak Dilayani di Puskesmas, Puluhan Keluarga Korban Kecelakaan Mengamuk
Senin, 24 Januari 2022 - 02:49 WIB
Puluhan keluarga pasien korban kecelakaan mengamuk di Puskesmas Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto/iNews TV/Nasruddin Rubak
LUWU UTARA - Puluhan keluarga korban kecelakaan, Nasir, mengamuk di Puskesmas Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (23/1/2022) malam. Mereka mengamuk, karena merasa korban kecelakaan tidak dilayani dengan baik.
Baca juga: Mencekam! Pria Bawa Golok Ngamuk di Jalanan Denpasar Dihujani Tembakan Gas Air Mata
Emosi keluarga korban semakin memuncak, saat petugas di Puskesmas Tomoni menolak memberikan mobil ambulans untuk membawa korban kecelakaan ke RSUD Ilagaligo Wotu. Akhirnya, keluarga korban kecelakaan mengangkut pasien menggunakan mobil bak terbuka.
Nasir yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, sudah berjam-jam merintih kesakitan di Puskesmas Tomoni, namun tak ada tindakan medis dari petugas Puskemas Tomoni. Ironisnya, petugas Puskesmas Tomoni justru meminta anggota keluarga membawa pulang pasien, untuk dirawat di rumah secara mandiri.
Baca juga: Komandan Pasukan Elite Kostrad Yonif Para Raider 502: Kami Tak Pernah Undang Babe Haikal
Tak terima anggota keluarganya diterlantarkan dan ditolak oleh petugas Puskesmas Tomoni, puluhan keluarga pasien itu akhirnya meminta surat rujukan untuk membawa pasien ke rumah sakit demi mendapat pelayanan maksimal.
Baca juga: Mencekam! Pria Bawa Golok Ngamuk di Jalanan Denpasar Dihujani Tembakan Gas Air Mata
Emosi keluarga korban semakin memuncak, saat petugas di Puskesmas Tomoni menolak memberikan mobil ambulans untuk membawa korban kecelakaan ke RSUD Ilagaligo Wotu. Akhirnya, keluarga korban kecelakaan mengangkut pasien menggunakan mobil bak terbuka.
Nasir yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, sudah berjam-jam merintih kesakitan di Puskesmas Tomoni, namun tak ada tindakan medis dari petugas Puskemas Tomoni. Ironisnya, petugas Puskesmas Tomoni justru meminta anggota keluarga membawa pulang pasien, untuk dirawat di rumah secara mandiri.
Baca juga: Komandan Pasukan Elite Kostrad Yonif Para Raider 502: Kami Tak Pernah Undang Babe Haikal
Tak terima anggota keluarganya diterlantarkan dan ditolak oleh petugas Puskesmas Tomoni, puluhan keluarga pasien itu akhirnya meminta surat rujukan untuk membawa pasien ke rumah sakit demi mendapat pelayanan maksimal.
Lihat Juga :