Pemprov Evaluasi Pembatasan Mikro di 6 Kelurahan, Begini Hasilnya

Rabu, 10 Juni 2020 - 18:44 WIB
"Dua suspect positif dikarantina di rumah sakit setempat. Pemantauan masa isolasi akan dilanjutkan sampai 18 Juni 2020 dan swab test kedua pada 18 Juni 2020," terangnya.

Sementara di Kota Bogor, PSBM dilaksanakan di Kelurahan Cilendek Barat dan Kelurahan Loji. Pelaksanaan swab test di Kelurahan Cilendek Barat dilakukan terhadap 80 orang pada 6 Juni 2020 lalu dan di Kelurahan Loji 35 orang pada 8 Juni 2020 lalu.

"PSBM di Kota Bogor (hingga kini) masih dalam kajian. Selain Kota Bogor, kami juga tambahkan Kota Depok yang juga masih dalam kajian sebagai piloting PSBM," tandasnya.

(Baca: Pariwisata Akan Dibuka, Emil: Hanya Jika Tak Ada Lonjakan COVID-19)

Sebelumnya diberitakan, Provinsi Jabar kini fokus menangani COVID-19 di tingkat desa/kelurahan. Penanganan COVID-19 skala mikro lewat karantina lokal tersebut diharapkan dapat melokalisasi penyebaran COVID-19.

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Jabar sendiri tersebar di 267 desa/kelurahan dari total lebih dari 5.312 desa. 54 desa di antaranya berstatus kritis COVID-19 karena memiliki pasien positif COVID-19 lebih dari 6 orang.

Selain memiliki jumlah pasien positif COVID-19 lebih dari 6 orang, penetapan status desa/kelurahan juga didasarkan pada kajian ilmiah. Penetapan status juga menjadi landasan penanganan COVID-19 skala mikro dimana kewenangan penuhnya berada di tangan pemerintah kabupaten/kota. agung bakti sarasa
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!