Dalam Gelap Gulita, Ribuan Korban Banjir Aceh Utara Bertahan di Rumahnya

Senin, 03 Januari 2022 - 02:51 WIB
Baca juga: Diterjang Lahar Semeru, 2 Jembatan Putus Ratusan Warga Terisolir

Selain kondisi gelap, warga korban banjir juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, karena banyak pedagang memilih menutup usahanya. Manaf, seorang pejual mie khas Aceh, mengaku sejak kecil sudah terbiasa hidup dengan bencana banjir di kampungnya tersebut.

"Tahun 1972, saya dan keluarga mengalami bencana banjir yang paling parah, dan hingga kini belum ada upaya untuk mengatasi bencana banjir tersebut. Sepanjang aliran sungai, belum dibangun tanggul-tanggul penahan banjir, " ungkapnya.

Baca juga: Tragedi Berdarah! Istri Kepergok Disetubuhi Selingkuhan, Lalu Dibacok Suami hingga Sekarat

Dalam kondisi banjir dan gelap gulita, dia tetap bertahan membuka tempat usahanya demi menutupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Diakuinya, pemadaman listrik sering dilakukan selama bencaana banjir ini, sehingga cukup menyulitkan untuk membuka usahanya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!