Curhat Perantau Pondok Boro: Sejak Corona Tak Lagi Berpenghasilan

Kamis, 23 April 2020 - 11:03 WIB
Kedatangan Ganjar yang tiba-tiba itu tidak disia-siakan para penghuni Pondok Boro. Kepada Ganjar, mereka ngudho roso atau curhat tentang kondisinya saat ini. "Alhamdulillah kabare sehat pak, sing mboten sehat dompete (yang tidak sehat dompetnya)," kata Siswadi.

Siswadi menerangkan, sebagian besar penghuni Pondok Boro bekerja seadanya di Kota Semarang. Ada yang kuli bangunan, jualan asongan keliling, jualan asesoris, warung makan dan bekerja di sektor informal lainnya.

"Kalau dulu sebelum ada corona, penghasilannya bisa diandalkan. Tapi sekarang sudah sepi, pemasukan berkurang bahkan tidak ada. Sementara kami di sini butuh makan dan butuh untuk membayar ongkos menginap pak, sehari Rp3000," keluhnya.

Siswadi dan ratusan perantau itu pun meminta pemerintah memberikan perhatian. Apalagi, di tengah pandemi ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat yang ada di zona merah. "Katanya ndak boleh pulang pak, terus nasib kami gimana di sini? Siapa yang akan menjamin kami pak," kata Rohimah (50), warga Kebumen yang tinggal di Pondok Boro itu.

Mendengar itu, Ganjar langsung terenyuh. Ia mengatakan akan membantu untuk meringankan beban mereka. Selain mengirim makanan dan buah-buahan, Ganjar juga menanggung ongkos penginapan seluruh penghuni Pondok Boro selama sebulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!