Kharisma Ratu Shima, Disegani dan Adil Perintahkan Putranya Dihukum Potong Tangan
Selasa, 28 Desember 2021 - 05:29 WIB
Kabar tentang ketegasan Ratu Shima saat itu tersebar kemana-mana hingga manca negara. Suatu saat ada seorang pemimpin kerajaan dari manca negara yang ingin mengetahui kebenaran kabar itu dengan datang ke Kalingga. Dia pun dengan sengaja menaruh kantung berisi uang di tengah-tengah persimpangan jalan dekat Alun-alun ibu kota Kerajaan Kalingga.
Raja asing tersebut melakukan hal itu karena dia mendengar kabar tentang kejujuran dari rakyat Kalingga dan berniat menguji kebenaran kabar itu. Tidak seorangpun berani menyentuh kantung yang bukan miliknya itu selama lebih dari tiga tahun.
Hingga pada suatu hari ada seorang putra Ratu Shima, secara sengaja menyentuh kantung itu. Meski bukan untuk mencurinya, namun hanya sebatas menyentuh saja membuat murka sang raja.
Mengetahui hal tersebut Ratu Shima lalu menjatuhkan hukuman mati untuk putranya, akan tetapi para pejabat dan menteri kerajaan memohon agar Sang Ratu mau mengurungkan niatnya itu dan mengampuni sang pangeran. Maka Ratu pun menjatuhkan hukuman memotong satu ruas jari tangan sang pangeran.
Baca juga: Awal Mula Panembahan Senopati Bercinta dengan Nyi Roro Kidul di Laut Selatan
Dalam sejarahnya, Ratu Shima merupakan penguasa Kerajaan Kalingga terletak di pantai utara Jawa Tengah, sekitar Jepara sekarang. Berdasarkan literatur Ratu Shima lahir tahun 611 M di sekitar Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dia merupakan isteri Raja Kartikeyasinga yang menjadi Raja Kalingga (648-674) M.
Ketika suaminya, Raja Kartikeyasinga meninggal, Ratu Shima naik tahta Kerajaan Kalingga dengan gelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara. Dari perkawinan Kartikeyasingha dengan Shima melahirkan dua orang anak, yaitu Parwati dan Jay Sima.
Raja asing tersebut melakukan hal itu karena dia mendengar kabar tentang kejujuran dari rakyat Kalingga dan berniat menguji kebenaran kabar itu. Tidak seorangpun berani menyentuh kantung yang bukan miliknya itu selama lebih dari tiga tahun.
Hingga pada suatu hari ada seorang putra Ratu Shima, secara sengaja menyentuh kantung itu. Meski bukan untuk mencurinya, namun hanya sebatas menyentuh saja membuat murka sang raja.
Mengetahui hal tersebut Ratu Shima lalu menjatuhkan hukuman mati untuk putranya, akan tetapi para pejabat dan menteri kerajaan memohon agar Sang Ratu mau mengurungkan niatnya itu dan mengampuni sang pangeran. Maka Ratu pun menjatuhkan hukuman memotong satu ruas jari tangan sang pangeran.
Baca juga: Awal Mula Panembahan Senopati Bercinta dengan Nyi Roro Kidul di Laut Selatan
Dalam sejarahnya, Ratu Shima merupakan penguasa Kerajaan Kalingga terletak di pantai utara Jawa Tengah, sekitar Jepara sekarang. Berdasarkan literatur Ratu Shima lahir tahun 611 M di sekitar Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dia merupakan isteri Raja Kartikeyasinga yang menjadi Raja Kalingga (648-674) M.
Ketika suaminya, Raja Kartikeyasinga meninggal, Ratu Shima naik tahta Kerajaan Kalingga dengan gelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara. Dari perkawinan Kartikeyasingha dengan Shima melahirkan dua orang anak, yaitu Parwati dan Jay Sima.
Lihat Juga :