Selama Pandemi, Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung Naik 3 Kali Lipat

Sabtu, 18 Desember 2021 - 05:14 WIB
"Banyak RS penuh sehingga menyebabkan keterlambatan penanganan. Sementara, ketika ada pasien henti jantung lebih dari 5 menit, dia sudah mengalami kerusakan otak cukup parah, sehingga sulit tertolong," beber dia.

Survei terkahir menunjukan, sebanyak 30 persen kematian pasien jantung terjadi di rumah atau di luar rumah sakit. Itupun pasien yang sudah terdata. Diperkirakan masih banyak masyarakat lainnya yang tidak terdeteksi mengalami gangguan jantung, terutama jantung koroner.

Oleh karenanya, kata dia, perlu adanya edukasi secara terus menerus terkait kemampuan hidup dasar masyarakat. Sehingga jika terjadi serangan jantung, bisa langsung ditangani di tempat. Dia pun menyontohkan kasus Wali Kota Bandung Oded M Danial yang diduga kuat meninggal akibat serangan jantung.

Baca juga: Herry Wirawan Psikopat! Pakar Kejiwaan Ini Jelaskan Perkosaan Santri hingga Hamil

Selain edukasi, masyarakat juga bisa mengakses berbagai aplikasi kesehatan untuk membantu deteksi dini gangguan jantung. Seperti halnya aplikasi Jantungku, diharapkan memudahkan masyarakat mendapat layanan sementara, ketika kondisi akses penuh. "Saya berharap, ini bisa menjadi solusi dan membantu pasien jantung," ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!