Herry Wirawan Perkosa Belasan Santriwati hingga Hamil, Kriminolog: Butuh Penanganan Hulu-Hilir

Jum'at, 17 Desember 2021 - 12:36 WIB
"Jadi, menurut saya dimulailah membenahi kelembagaan dengan regulasinya. Sehingga, di hulu kita sudah memikirkan itu. Berapa jumlahnya, siapa gurunya, pendanaannya dari mana, itu penting. Kalau seperti ini (kasus Herry Wirawan) kan susah, seolah orang miskin didatangkan dari kampung dan sekolah gratis," lanjut Yesmil.

Yesmil juga mengatakan, selain pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), khususnya yang fokus dalam perlindungan anak dan perempuan harus ikut mengawasi dan menyelaraskan program kerjanya dengan pemerintah.

"Jangan teriak-teriak paling galak, tapi ketika pemerintah bekerja melakukan pengawasan harus bersama-sama, membuat program yang bisa pararel dengan apa yang dibuat pemerintah, jadi tahu. Enggak teriak-teriak di belakang," tegas Yesmil. Baca juga: Lagi Guru Cabuli Murid Perempuan, Terjadi saat Subuh dengan Modus Pijat

Tidak kalah penting, kata Yesmil, yakni peran aparat kewilayahan di tingkat RT dan RW. Yesmil juga menekankan pentingnya mereka turut aktif melakukan pengawasan."Jangan sampai tidak tahu ada kegiatan warganya di situ, ini kan aneh. Dia sebagai ujung tombak pemerintah di daerah, jadi harus tahu ada kegiatan apa saja dan melaporkan," katanya.

Terakhir, Yesmil berharap, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun ikut serta melakukan pengawasan. "MUI juga harus turut andil melakukan pengawasan, jangan diam saja," tandas Yesmil.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!