ITS Masuk 40 Kampus Terbaik Dunia dalam UI Greenmetric Rankings
Kamis, 16 Desember 2021 - 05:17 WIB
Selain itu, perbandingan luas hutan dan ruang terbuka hijau dibanding luas keseluruhan serta paving block yang mendominasi area kampus juga menjadi faktor penting dalam penilaian.
“Pemilihan paving block dibandingkan aspal tentu membuat penyerapan air menjadi lebih mudah,” jelasnya.
Baca: Tertimpa Tembok 3 Meter, Pekerja Bangunan di Surabaya Tewas
Ia menambahkan, keberhasilan ini tak hanya dikarenakan peran Unit Pengembangan Smart Eco Campus yang dipimpinnya, tetapi juga kerja sama dan dukungan berbagai pihak di ITS.
Mulai dari Bidang Akademik dan Kemahasiswaan serta Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS yang telah menggalakkan berbagai edukasi dan penelitian untuk mendukung keberlanjutan, alokasi dana ITS yang mendukung, serta Biro Sarana dan Prasarana yang telah memelihara tanaman dan area kampus dengan sangat baik.
“Pemilihan paving block dibandingkan aspal tentu membuat penyerapan air menjadi lebih mudah,” jelasnya.
Baca: Tertimpa Tembok 3 Meter, Pekerja Bangunan di Surabaya Tewas
Ia menambahkan, keberhasilan ini tak hanya dikarenakan peran Unit Pengembangan Smart Eco Campus yang dipimpinnya, tetapi juga kerja sama dan dukungan berbagai pihak di ITS.
Mulai dari Bidang Akademik dan Kemahasiswaan serta Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS yang telah menggalakkan berbagai edukasi dan penelitian untuk mendukung keberlanjutan, alokasi dana ITS yang mendukung, serta Biro Sarana dan Prasarana yang telah memelihara tanaman dan area kampus dengan sangat baik.
(hsk)
Lihat Juga :