RSA UGM Sebut Tingkat Kesembuhan Pasien Corona sampai 80%
Senin, 08 Juni 2020 - 21:45 WIB
Karenanya selama perawatan, ada psikolog dan psikiater yang terus mendampingi dan menyapa pasien COVID-19. Hanya untuk meminimalisir kontak tetao dengan sistem darling dari ruang khusus. "Ini penting, sebab hingga sekarang belum ada obat khusus untuk pasien COVID-19, selama ini yang diberikan adalah obat standar dan vitamin guna meningkatkan imunitas," katanya.
Menurut Arif, selain merawat pasien psoitif COVID-19, RSA UGM juga menangani pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gelala (OTG), dan pelaku perjalanan area tertentu
(PPAT). PDP sebanyak 116 orag, ODP 329 orang, OTG 249 orang, dan PPAT 455 orang.
"Selama ini untuk penangan ada satu ruang khusus dan 16 bed perawatan, sehingga dengan diresmikanya dua Gedung Yudistira dan Arjuna, nantinya RSA akan memiliki tempat penanganan yang terpisah dari pelayanan umum non COVID-19," katanya.
Gedung khusus penangananan COVID-19 itu diberinama zona merah. Di ruang itu ada 107 bad untuk perawatan dan ruang pelayanan medis. Diharapkan dengan adanya ruang khusus tersebut penanganan COVID-19 akan semakin optimal.
"Nantinya semua pasien COVID-19 akan dipindahkan ke gedung yang baru. Untuk tahap awal masih mengoptimalkan 30-50 bed. Namun berharap perkembangan COVID-19 terus landai," katanya.
Menurut Arif, selain merawat pasien psoitif COVID-19, RSA UGM juga menangani pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gelala (OTG), dan pelaku perjalanan area tertentu
(PPAT). PDP sebanyak 116 orag, ODP 329 orang, OTG 249 orang, dan PPAT 455 orang.
"Selama ini untuk penangan ada satu ruang khusus dan 16 bed perawatan, sehingga dengan diresmikanya dua Gedung Yudistira dan Arjuna, nantinya RSA akan memiliki tempat penanganan yang terpisah dari pelayanan umum non COVID-19," katanya.
Gedung khusus penangananan COVID-19 itu diberinama zona merah. Di ruang itu ada 107 bad untuk perawatan dan ruang pelayanan medis. Diharapkan dengan adanya ruang khusus tersebut penanganan COVID-19 akan semakin optimal.
"Nantinya semua pasien COVID-19 akan dipindahkan ke gedung yang baru. Untuk tahap awal masih mengoptimalkan 30-50 bed. Namun berharap perkembangan COVID-19 terus landai," katanya.
Lihat Juga :