Urus Dokumen Kependudukan, Warga Maros Abaikan Social Distancing

Senin, 08 Juni 2020 - 15:36 WIB
Kepala Dinas Dukcapil, Eldrin Saleh mengatakan, warga ini datang sejak dibukannya pendaftaran calon siswa baru di setiap tingkatan sekolah yang tetap menggunakan system zonasi. Salah satu syaratnya adalah data kependudukan sesuai wilayah yang ditentukan.

“Nah ini juga yang sulit dihindarkan, banyak warga yang butuh karena untuk pendaftaran sekolah dan juga kuliah. Kalau tidak salah sejak tanggal 2 Juni kemarin kalau pendaftaran sekolah itu dibuka sampai tanggal 20 Juni,” kata dia.

Selain untuk kebutuhan pendaftaran sekolah, membludaknya warga itu disebabkan adanya target dari pemerintah pusat untuk segera merampungkan data kependudukan yang sempat tertunda karena tidak adanya blanko e-KTP dan juga Kartu Kelaurga sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Kabar Baik! Sudah 44 Pasien Covid-19 di Maros Dinyatakan Sembuh

“Dari Dirjen ke seluruh Disdukcapil itu kita ditarget 4 Juni kemarin untuk dirampungkan. Tahun lalu kan banyak yang tertunda karena blanko. Jadi warga yang hanya punya surat keterangan (Suket) itu segera ganti di KTP. Begitupun yang sudah perekaman tapi belum sempat terprint KTP-nya,” lanjutnya.

Dari target sekitar 9.871 warga yang mengantongi suket yang harus digantikan dengan KTP elektronik, Disdukcapil saat ini sudah merampungkan 8.762 dokumen. Sementara untuk data Print Ready Record (PRR) atau warga yang sudah perekaman namun belum punya KTP sebanyak 3 ribuan, tersisa hanya seribu orang yang belum terlayani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!