Wali Kota Fairid: TPID Kota Palangka Raya Bisa Mengendalikan Inflasi
Jum'at, 10 Desember 2021 - 18:10 WIB
Tingkat inflasi tahun kalender Januari sampai November 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Kota Sampit tercatat sebesar 2,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun November 2021 terhadap November 2020 sebesar 2,81 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain minyak goreng, telur ayam ras, semangka, ikan gabus, dan sawi hijau komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain kacang panjang, daging ayam ras, mangga, ketimun, dan tomat
Wali Kota Fairid berpesan, pada kegiatan ini Pemko Palangka Raya melalui perangkat daerah terkait agar segera melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kebutuhan masyarakat, "Sehingga tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan apalagi saat ini sedang melakukan PPKM darurat Jawa-Bali pasti akan berpengaruh distribusi barang kebutuhan pokok dari luar daerah kota Palangka Raya," katanya.
TPID Kota Palangka Raya terus berupaya untuk melakukan terobosan-terobosan dan koordinasi yang intensif dalam rangka Menjaga kestabilan harga utama yang komoditas yang sering menyebabkan inflasi seperti angkutan udara dan sejumlah kelompok bahan makanan, daging ayam, ras bawang merah, bawang putih cabe dan lain-lain.
"Saya merekomendasikan perlu adanya penguatan pengawasan harga fungsi kelembagaan dan distribusi produksi dan produktivitas Sinergi antar TPID di Kalimantan Tengah maupun Wilayah lain. TPID Kota Palangka Raya agar melakukan inovasi inovasi melalui perangkat daerah terkait serta program unggulan TPID Kota Palangka Raya," ujar Wali Kota Fairid dalam sambutannya.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain minyak goreng, telur ayam ras, semangka, ikan gabus, dan sawi hijau komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain kacang panjang, daging ayam ras, mangga, ketimun, dan tomat
Wali Kota Fairid berpesan, pada kegiatan ini Pemko Palangka Raya melalui perangkat daerah terkait agar segera melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kebutuhan masyarakat, "Sehingga tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan apalagi saat ini sedang melakukan PPKM darurat Jawa-Bali pasti akan berpengaruh distribusi barang kebutuhan pokok dari luar daerah kota Palangka Raya," katanya.
TPID Kota Palangka Raya terus berupaya untuk melakukan terobosan-terobosan dan koordinasi yang intensif dalam rangka Menjaga kestabilan harga utama yang komoditas yang sering menyebabkan inflasi seperti angkutan udara dan sejumlah kelompok bahan makanan, daging ayam, ras bawang merah, bawang putih cabe dan lain-lain.
"Saya merekomendasikan perlu adanya penguatan pengawasan harga fungsi kelembagaan dan distribusi produksi dan produktivitas Sinergi antar TPID di Kalimantan Tengah maupun Wilayah lain. TPID Kota Palangka Raya agar melakukan inovasi inovasi melalui perangkat daerah terkait serta program unggulan TPID Kota Palangka Raya," ujar Wali Kota Fairid dalam sambutannya.
Lihat Juga :