Sikapi PSBB, Kepala Daerah Diimbau Perhatikan Kajian Epidemiologi

Senin, 08 Juni 2020 - 15:22 WIB
Ilustrasi pelaksanaan PSBB. Foto/Dok
SURABAYA - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur (Jatim) Heru Tjahjono meminta pada kepala daerah di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) untuk mempertimbangkan kajian epidemiologi maupun sosiologi terkait masa transisi pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Heru menyatakan, sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, keputusan perpanjangan atau tidaknya PSBB Surabaya Raya akan dilakukan pada hari ini Senin (8/6/2020). Untuk itu, dia juga berpesan agar ketiga daerah sudah menyiapkan draft Perwali maupun Perbup terkait masa transisi pasca PSBB.



“Arahan ibu Gubernur, bahwa semuanya akan diputuskan hari ini," kata dia, Senin (8/6/2020). (Baca juga: PSBB Surabaya Raya Tahap III, Polda Jatim Kerahkan 1.161 Personel)

Sementara itu, Perwakilan Tim Advokasi PSBB dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) dr Windhu Purnomo menjelaskan, pihaknya telah melakukan kajian bahwa data hingga 30 Mei 2020.

Tercatat PSBB ketiga di Surabaya Raya telah berhasil menurunkan rate of transmission (RT) dari 1,7 menjadi 1,1. Walaupun dalam pengamatan masih tercatat naik turun, namun secara optimis tercatat menurun dari awal penerapan PSBB. “Jika dilihat dari RT-nya, Surabaya Raya kecenderungannya turun. Walau masih naik turun, namun optimistis menurun,” kata dr Windhu.

Hal ini pulalah yang bisa menjawab penyebab munculnya lonjakan drastis di awal PSBB ketiga hingga 1,7 kali lipat. Namun tren tersebut menurun di akhir PSBB. Sedangkan untuk prediksi (forecasting) jumlah kumulatif setelah PSBB jilid 3 masih akan meningkat, tetapi ada harapan akan melandai (dengan lower bound yang merendah).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!