Provinsi Sulsel Kebagian Rp48,68 Triliun dari APBN 2022

Jum'at, 03 Desember 2021 - 17:08 WIB
Syaiful menjelaskan, kondisi ekonomi tahun 2022 masih dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi, sehingga APBN 2022 disiapkan untuk responsif, antisipatif, dan fleksibel.

Berdasarkan pada pengalaman 2020-2021, dua tahun penanganan pandemi Covid-19 , dan dalam upaya terus mendorong pemulihan ekonomi, APBN tahun 2022 dirancang untuk tetap mengantisipasi Pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Juga bersifat ekspansif untuk meneruskan fungsi countercyclical namun dengan tetap memperhatikan risiko dan pentingnya menjaga sustainabilitas fiskal dalam jangka menengah panjang," ungkap dia.

Baca juga:Jurus Hati-hati Sri Mulyani Biayai Defisit Tahun Depan

Menurut dia, APBN tahun 2022 akan fokus pada enam kebijakan utama, yaitu melanjutkan pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Selanjutnya, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antardaerah, dan melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero-based budgeting untuk mendorong agar belanja lebih efisien.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!