MUI Bentuk Kader Penggerak Dakwah Islam di Garut
Minggu, 28 November 2021 - 21:03 WIB
Menurutnya, mengarusutamakan Islam wasathi itu dimulai dari memahami teks agama yang moderat (tawassuth fi fahmi al-nushush).
Baca juga: Rusak Tempat Ibadah Umat Hindu, Bule Denmark Ini Diusir dari Bali
“Juga obyektif dalam memahami teks dan korelasinya dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Dia menegaskan, hasil Musyawarah Nasional MUI tahun 2015 tentang wasathiyatul Islam perlu terus disuarakan dan diaplikasikan dalam kehidupan sosial dan politik.
“Agar risalah kenabian tetap lestari di tangan para ulama, yaitu menjaga agama dan stabilitas sosial politik,” tandasnya.
Baca juga: Rusak Tempat Ibadah Umat Hindu, Bule Denmark Ini Diusir dari Bali
“Juga obyektif dalam memahami teks dan korelasinya dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Dia menegaskan, hasil Musyawarah Nasional MUI tahun 2015 tentang wasathiyatul Islam perlu terus disuarakan dan diaplikasikan dalam kehidupan sosial dan politik.
“Agar risalah kenabian tetap lestari di tangan para ulama, yaitu menjaga agama dan stabilitas sosial politik,” tandasnya.
(nic)
Lihat Juga :