Nasib Tragis Gajah Mada Usai Membunuh Raja Sunda dan Putri Dyah Pithaloka di Perang Bubat
Selasa, 02 November 2021 - 06:26 WIB
Bala tentara Majapahit kemudian dikerahkan untuk memburu Gajah Mada. Semua bergerak hingga ke dusun-dusun untuk menangkap Mahapatih yang telah menyatukan Nusantara itu. Baca: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali.
Kidung Sundayana menyebut, saat mahapatih Gajah Mada bersemedi, jiwa raganya moksa ke Wisnuloka. Menyaksikan itu, seisi rumah kepatihan mencucurkan air mata. Begitu juga dengan istri Gajah Mada. Saat tentara Majapahit datang mengepung, istri Gajah Mada pergi meninggalkan rumah mencari tempat persembunyian.
Sebagai wujud kesetiaan kepada suami, ia melakukan bela pati dengan menikamkan keris ke dada. Kendati demikian, hingga kini tahun kematian Gajah Mada masih simpang siur. Kitab Negarakertagama menuliskan, Gajah Mada wafat pada tahun 1364. Saat Gajah Mada mangkat, Raja Hayam Wuruk masih segar bugar.
Hayam Wuruk baru saja tiba dari Candi Simping, Sawentar, Kabupaten Blitar. Begitu mendengar Gajah Mada telah mangkat, Hayam Wuruk langsung menggelar rapat besar. Baca Juga: Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak Gadisnya, Ini Cerita Danu Kuras Bak Mandi Bercampur Darah.
Semua dikumpulkan, pada hari itu juga Kerajaan Majapahit mencari pengganti mahapatih yang sumpah palapannya pernah menggetarkan.
Kidung Sundayana menyebut, saat mahapatih Gajah Mada bersemedi, jiwa raganya moksa ke Wisnuloka. Menyaksikan itu, seisi rumah kepatihan mencucurkan air mata. Begitu juga dengan istri Gajah Mada. Saat tentara Majapahit datang mengepung, istri Gajah Mada pergi meninggalkan rumah mencari tempat persembunyian.
Sebagai wujud kesetiaan kepada suami, ia melakukan bela pati dengan menikamkan keris ke dada. Kendati demikian, hingga kini tahun kematian Gajah Mada masih simpang siur. Kitab Negarakertagama menuliskan, Gajah Mada wafat pada tahun 1364. Saat Gajah Mada mangkat, Raja Hayam Wuruk masih segar bugar.
Hayam Wuruk baru saja tiba dari Candi Simping, Sawentar, Kabupaten Blitar. Begitu mendengar Gajah Mada telah mangkat, Hayam Wuruk langsung menggelar rapat besar. Baca Juga: Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak Gadisnya, Ini Cerita Danu Kuras Bak Mandi Bercampur Darah.
Semua dikumpulkan, pada hari itu juga Kerajaan Majapahit mencari pengganti mahapatih yang sumpah palapannya pernah menggetarkan.
(nag)
Lihat Juga :