Gubernur Sulsel Minta Pj Wali Kota Fokus Tangani COVID-19
Kamis, 04 Juni 2020 - 11:31 WIB
Mantan bupati Bantaeng dua periode ini menyoroti kelonggaran berbagai aktivitas umum yang masih berlanjut di Kota Makassar. Kondisi ini disayangkan, padahal skenario new normal belum dijalankan. Hal ini tidak sejalan dengan upaya pemutusan mata rantai virus Corona yang tengah digenjot.
Baca Juga: Dewan Minta Pj Wali Kota Makassar Tegas Tutup Sejumlah Mal
"Itu tadi pak wali sudah datang. Jadi saya bilang, harus konsen. Ini sekarang kita lihat Makassar, bukan lagi new normal, (tapi) normal sekali. Makanya itu sangat disayangkan. Artinya disaat kita lagi berjuang memutus rantai penularan COVID-19 , tiba-tiba membludak, semua terbuka. Kita kan repot," sebut Nurdin Abdullah .
Makanya, ia meminta Pj Wali Kota Makassar segera mengevaluasi hal tersebut. Upaya tracing contact harus lebih dimassifkan. Disamping pemanfaatan pemeriksaan PCR, rapid test juga harus digalakkan.
Nurdin Abdullah mengaku, pihaknya sudah mempersiapkan kembali sekitar 20.000 alat rapid test untuk screening massal. Rapid test ini, kata dia, akan disebar untuk dilakukan di wilayah yang masih dianggap jadi episentrum penularan COVID-19 . Termasuk daerah lain yang nilai Rt-nya masih di atas 1.
Baca Juga: Dewan Minta Pj Wali Kota Makassar Tegas Tutup Sejumlah Mal
"Itu tadi pak wali sudah datang. Jadi saya bilang, harus konsen. Ini sekarang kita lihat Makassar, bukan lagi new normal, (tapi) normal sekali. Makanya itu sangat disayangkan. Artinya disaat kita lagi berjuang memutus rantai penularan COVID-19 , tiba-tiba membludak, semua terbuka. Kita kan repot," sebut Nurdin Abdullah .
Makanya, ia meminta Pj Wali Kota Makassar segera mengevaluasi hal tersebut. Upaya tracing contact harus lebih dimassifkan. Disamping pemanfaatan pemeriksaan PCR, rapid test juga harus digalakkan.
Nurdin Abdullah mengaku, pihaknya sudah mempersiapkan kembali sekitar 20.000 alat rapid test untuk screening massal. Rapid test ini, kata dia, akan disebar untuk dilakukan di wilayah yang masih dianggap jadi episentrum penularan COVID-19 . Termasuk daerah lain yang nilai Rt-nya masih di atas 1.
Lihat Juga :