Gong Kiai Pradah Pusaka Panembahan Senopati Melawan Pajang Ini Penampakannya saat Dijamas

Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:19 WIB
Raja Pajang Hadiwijaya atau Jaka Tingkir sontak menarik mundur pasukan. Dalam sejarahnya, Pangeran Prabu yang kemudian mewarisi pusaka gong Kiai Pradah. Pangeran Prabu merupakan adik tiri Pakubuwono I. Saat menjalani hukuman pengasingan di hutan Lodoyo Blitar, Pangeran Prabu membawa serta gong Kiai Pradah.

Pangeran Prabu dihukum buang karena ketahuan hendak mencelakai Pakubuwono I yang dinobatkan sebagai Raja Mataram. Setiap Pangeran Prabu memukul gong Kiai Pradah, konon harimau Lodoyo yang saat itu masih berupa hutan belantara pada berdatangan.

Di setiap bulan 1 Muharram atau Suro dan 12 Rabiul Awal atau Maulid Nabi, Pangeran Prabu selalu menggelar ritual jamasan gong Kiai Pradah. Pusaka dicuci dengan air kembang tujuh rupa. Tradisi itu berlangsung terus sampai kini. Di setiap acara jamasan Bupati Blitar selaku kepala daerah selalu hadir.

Sebab Bupati yang akan menabuh gong sebanyak tujuh kali. Setiap tabuhan selalu diikuti pertanyaan ke warga : apakah pusaka gong Kiai Pradah bagus atau jelek?. Warga yang menyaksikan akan serentak menjawab, bagus. Pada acara ritual kali ini Bupati Blitar Rini Syarifah berhalangan hadir, dan ini baru pertama kalinya.

Baca juga: Kisah Ritual Mistis dan Semedi Presiden Soeharto di Gunung Selok
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!