Waduh, Kualitas Udara Bandung Masuk Kategori Tak Sehat
Rabu, 13 Oktober 2021 - 12:17 WIB
Dikutip dari Antara, Aplikasi pemantauan data kualitas udara lokal, Nafas resmi berekspansi jaringan sensor kualitas udara di Bandung dan Surabaya. Terdapat sembilan sensor yang ditempatkan di dua kota tersebut yakni lima sensor di Bandung dan sisanya di Surabaya. Baca: Jadi Otak Penodongan Penumpangnya, Sopir Angkot Ini Ditembak Polisi.
Di Bandung, sensor kualitas udara akan ditempatkan di wilayah Kayuambon, Sukamenak, Kertamulya, Manjahlega, dan Lagadar. Sementara di Surabaya, akan dioperasikan di Medokan Ayu, Kertajaya, Jemur Wonosari, dan Krembangan Selatan.
Dengan tambahan ini, jumlah sensor udara Nafas yang beroperasi termasuk di Jabodetabek, Bali dan D.I Yogyakarta sebanyak 130 sensor. Setiap sensor yang ditempatkan akan memberikan data kualitas udara secara real-time bagi pengguna melalui aplikasi. Baca Juga: Kisah Gadis Cantik Peraih Emas-Perunggu PON XX Papua Pulang ke Ciamis Naik Angkutan Umum.
"Merupakan misi Nafas sejak awal untuk terus berekspansi ke kota-kota besar di Indonesia untuk memastikan data kami dapat diakses dan memberikan manfaat untuk setiap individu di Indonesia," kata Co-Founder dan CEO Nafas, Nathan Roestandy, dalam siaran persnya.
Di Bandung, sensor kualitas udara akan ditempatkan di wilayah Kayuambon, Sukamenak, Kertamulya, Manjahlega, dan Lagadar. Sementara di Surabaya, akan dioperasikan di Medokan Ayu, Kertajaya, Jemur Wonosari, dan Krembangan Selatan.
Dengan tambahan ini, jumlah sensor udara Nafas yang beroperasi termasuk di Jabodetabek, Bali dan D.I Yogyakarta sebanyak 130 sensor. Setiap sensor yang ditempatkan akan memberikan data kualitas udara secara real-time bagi pengguna melalui aplikasi. Baca Juga: Kisah Gadis Cantik Peraih Emas-Perunggu PON XX Papua Pulang ke Ciamis Naik Angkutan Umum.
"Merupakan misi Nafas sejak awal untuk terus berekspansi ke kota-kota besar di Indonesia untuk memastikan data kami dapat diakses dan memberikan manfaat untuk setiap individu di Indonesia," kata Co-Founder dan CEO Nafas, Nathan Roestandy, dalam siaran persnya.
(nag)
Lihat Juga :